Bisnis.com, JAKARTA – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (27/1/2026) pukul 08.20.44 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan hasil analisis terkini BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan dan 111,33 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berada di darat sekitar 24 kilometer arah tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 122 kilometer.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, menjelaskan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini termasuk jenis gempa bumi menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan dalam lempeng.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono dalam keterangan resminya, Selasa (27/1/2026).
BMKG mencatat, guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas bervariasi. Di daerah Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung, gempa dirasakan dengan skala intensitas III–IV MMI, yakni dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Baca Juga
- Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan Jatim Pagi Ini, di Bantul Nagnituo 2,0
- Hari Ini (11/1) Sebanyak 47 Gempa Guncang Indonesia dalam 10 Jam
- Ancaman Gempa Megathrust di RI Kian Nyata, Ini Daftar 13 Zona Rawan!
Sementara itu, di wilayah Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI atau getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk melintas. Getaran juga dirasakan di daerah Madiun, Jember, Mojokerto, serta wilayah Bali seperti Denpasar, Kuta, dan Karangasem dengan intensitas II–III MMI.
Adapun di wilayah Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, dan Mataram, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujar Daryono.
BMKG juga menyampaikan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 08.35 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, laman www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi BMKG.




