IRGC Siaga Tempur "Sambut" Kapal Induk AS di Teluk Persia, Dalam Jangkauan Rudal Iran

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Teheran, VIVA – Pemerintah Iran bersiap menghadapi serangan rudal AS dan Israel setelah diumumkan bahwa gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln telah mengerahkan aset-aset penting ke wilayah tersebut

Pasukan AS juga dilaporkan telah mengirimkan belasan pesawat tempur tambahan untuk memperkuat kelompok penyerang mereka di wilayah tersebut. 

Baca Juga :
Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat
Kapal Induk Amerika Serikat Tiba di Timur Tengah, Akankah Ketegangan AS–Iran Berujung Perang?

Diperkirakan, Washington berada di wilayah tersebut untuk memiliki daya tembak yang cukup, bersama dengan pesawat Israel, untuk melancarkan serangan yang dirancang untuk menggulingkan pemerintah yang dituduh secara brutal menindas protes dan membunuh ribuan warga Iran.

Armada AS, termasuk beberapa kapal perusak rudal berpemandu, belum berada di posisi akhir tetapi sudah berada dalam jangkauan serang militer Iran.

VIVA Militer: Kapal induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut Amerika Serikat
Photo :
  • nationalinterest.org

Melansir i24news, Selasa, 27 Januari 2026, penilaian intelijen negara-negara Teluk Persia mengungkapkan bahwa Iran telah memperkuat wilayah pesisir selatannya dengan menempatkan unit-unit Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC). 

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan operasi darat Amerika Serikat.

Pengerahan pasukan tersebut difokuskan di kawasan strategis Teluk Persia, termasuk di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pelayaran internasional.

Penguatan militer Iran ini terjadi seiring meningkatnya kehadiran angkatan laut AS di kawasan. Washington dilaporkan telah mengirim satu kapal induk beserta sejumlah kapal perang dan fregat, sebuah unjuk kekuatan yang oleh pejabat Iran serta analis regional disebut sebagai bentuk pengepungan angkatan laut secara de facto.

Pada akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pengerahan apa yang ia sebut sebagai "kekuatan besar" ke Timur Tengah. Ia menyatakan langkah tersebut bertujuan untuk mencegah Iran di tengah situasi domestik negara itu yang tengah bergejolak. 

Menanggapi hal tersebut, otoritas Iran memperkuat pertahanan pantai dan menggelar latihan militer yang difokuskan pada penangkalan kemungkinan operasi pendaratan amfibi.

Berdasarkan informasi intelijen yang dibagikan kepada sejumlah misi diplomatik Barat, Iran telah menempatkan unit IRGC dan Basij di sepanjang garis pantainya yang membentang lebih dari 2.400 kilometer.

Penempatan ini difokuskan pada titik-titik strategis, termasuk Pulau Qeshm dan kota pelabuhan Bandar Abbas. Tujuan utama pengerahan tersebut, menurut laporan itu, adalah mencegah pendaratan pasukan darat AS di wilayah Iran.

Baca Juga :
Badai Salju Terjang AS, 7 Orang Tewas
Badai Salju Ekstrem Bikin Beku AS, 11 Ribu Penerbangan Dibatalkan-Listrik Padam Massal
AS Gencar Ingin 'Caplok' Greenland, Menlu Jelaskan Sikap Indonesia

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saham RMKO Bergerak di Bidang Apa? Kontraktor Tambang, Begini Lini Bisnisnya
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Peringatan Hari Bhakti Imigrasi 2026, Ibas Ungkap Dua Aspek Penting Keimigrasian
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Komisi XI DPR Ungkap Alasan Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI
• 19 jam laludetik.com
thumb
Noel Akui Terima Aliran Dana Rp3 Miliar
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Board of Peace dan Ilusi Rekonstruksi Gaza
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.