NGAMPRAH, KOMPAS-Sebanyak 17 jenazah korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, yang sudah teridentifikasi telah dikembalikan pada keluarganya. Sejumlah bagian jenazah yang ditemukan belum teridentifikasi karena masih membutuhkan pemeriksaan DNA.
Data Basarnas hingga Selasa (27/1/2026) menyebutkan, tercatat 38 kantong berisi jenazah yang dibawa dari lokasi longsor. Sejauh ini, sudah 17 jenazah teridentifikasi.
“Jenazah yang sudah teridentifikasi telah diserahkan pada keluarga,” kata Koordinator Misi Pencarian Longsor Cisarua Ade Dian Permana di Bandung Barat, Selasa.
Ade mengatakan, sejauh ini, pihaknya masih mencari 42 orang yang diduga tertimbun di lokasi kejadian di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda.
“Pencarian akan dilakukan secara manual dan ekskavator ringan. Bila cuaca tidak memungkinan, maka akan dihentikan sementara,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Hendra Rochmawan mengatakan, belum ada kendala berat dalam identifikasi korban yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar. Sejauh ini, data antemortem yang diberikan warga ikut membantu kelancaran identifikasi.
Akan tetapi, bukan berarti prosesnya tanpa tantangan. Ia mencontohkan identifikasi potongan jenazah yang membutuhkan proses ekstra, seperti pemeriksaan DNA.
“Untuk jenazah yang membutuhkan pemeriksaan DNA, sengaja disemayamkan di RSUD Cibabat dan RS Sartika Asih. Prosesnya butuh waktu paling cepat 14 hari,” kata Hendra.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F27%2F6d23fcc9ecb54b2e642f3d1f9a612c78-20260127wer1.jpg)
