Modifikasi Cuaca Jakarta Diperpanjang Sampai 1 Februari, Antisipasi Cuaca Buruk

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hingga 1 Februari sebagai langkah antisipasi cuaca buruk dan curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, perpanjangan TMC dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca terkini dan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Yang pertama untuk TMC, sekali lagi kami melihat cuaca yang ada. Hasil BMKG memang sekarang ini ada kemungkinan sampai dengan tanggal 1 Februari cuacanya kurang lebih harus dilakukan TMC,” kata Pramono saat meninjau Pengerukan Kali Cakung Lama, Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/1).

Pramono menjelaskan, sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah memperpanjang TMC hingga 27 Januari. Menurutnya, intervensi cuaca tersebut terbukti berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Jakarta.

“Seperti yang saya sampaikan beberapa minggu yang lalu, saya sudah memperpanjang TMC sampai dengan tanggal 27 per hari ini. Dan kalau hari ini tadi pagi jam 7 pagi tidak kita naikkan TMC-nya, pasti cuacanya berbeda dengan apa yang kita rasakan pada saat ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, anggaran untuk pelaksanaan TMC telah dialokasikan untuk satu bulan penuh bersama DPRD DKI Jakarta. Oleh karena itu, TMC akan tetap dijalankan selama masih dibutuhkan untuk penanganan banjir di ibu kota.

“Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan DPRD DKI Jakarta memang sudah mengalokasikan untuk 1 bulan penuh anggarannya. Jadi kalau memang masih diperlukan kami akan melakukan TMC,” kata Pramono.

Menurut Pramono, langkah tersebut penting untuk mencegah dampak curah hujan tinggi yang dapat memicu banjir seperti yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

“Yang paling penting adalah untuk jangan sampai dampak curah hujan yang tinggi kemudian mengakibatkan banjir yang seperti kita rasakan beberapa hari yang lalu,” ucapnya.

Selain fokus di Jakarta, Pemprov DKI juga melakukan koordinasi dengan daerah sekitar karena potensi hujan tinggi diperkirakan terjadi di wilayah penyangga ibu kota.

“Kami sebenarnya juga melakukan di perbatasan. Karena memang ada kemungkinan untuk beberapa hari ini, baik di Tangerang, Tangerang Selatan, kemudian di Bogor, di Bekasi curah hujannya tinggi. Percuma mengerjakan hanya Jakarta, kemudian kami mendapatkan kiriman yang cukup besar,” kata Pramono.

Meski demikian, ia menegaskan fokus utama pelaksanaan TMC tetap diarahkan untuk wilayah Jakarta.

“Tetapi memang fokus utamanya adalah Jakarta. Fokus utamanya Jakarta,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNN Peringatkan Bahaya “Gas Tertawa” Whip Pink
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ketegaran putra Deden Maulana antar ayahanda ke peristirahatan terakhir, azan dengan suara bergetar
• 18 jam lalubrilio.net
thumb
I Wayan Sudirta Dilantik Jadi Wakil Ketua MKD, Gantikan TB Hasanuddin
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Ibu Guru Budi di Pamulang Dipolisikan Usai Nasihati Muridnya, Ini Kata Polres Tangsel
• 4 jam laludisway.id
thumb
Atasi Kekeringan, Wali Kota Padang Tinjau Pengerukan Bendungan Gunung Nago
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.