Korupsi Disebut Ancaman Terbesar, Alasan China Selidiki Jenderal Berkuasa

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah China menyelidiki dua pejabat militer paling seniornya atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum serius, sebuah istilah yang lazim digunakan Beijing untuk merujuk pada kasus korupsi di internal partai dan militer.

Presiden Xi Jinping sebelumnya telah memperingatkan bahwa korupsi merupakan “ancaman paling serius” bagi Partai Komunis China.

Ia juga menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi di tubuh negara dan militer “masih berada dalam situasi yang rumit dan penuh tantangan,” demikian seperti dilansir dalam laporan AFP.

Kementerian Pertahanan China pada Sabtu (24/1) mengonfirmasi bahwa Wakil Ketua Senior Komisi Militer Pusat (CMC) Zhang Youxia dan pejabat militer senior lainnya, Liu Zhenli, resmi berada dalam proses investigasi.

“Kasus ini melibatkan dugaan pelanggaran berat terhadap disiplin partai dan hukum negara,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan China, Jiang Bin, dalam pernyataan video yang dirilis media pemerintah.

Zhang Youxia (75) merupakan perwira dengan pangkat tertinggi di China dan menjabat sebagai wakil ketua senior CMC, lembaga militer paling berpengaruh yang berada langsung di bawah Presiden Xi Jinping, yang telah memimpin CMC sejak 2012.

Selain itu, Zhang juga merupakan anggota Politbiro, badan inti Partai Komunis China yang beranggotakan 24 elite partai dan berperan besar dalam menentukan arah kebijakan nasional.

The Wall Street Journal (WSJ) pada Minggu (25/1) melaporkan, Zhang juga dituding menerima suap untuk kepentingan tertentu, termasuk membantu promosi seorang perwira hingga menduduki jabatan menteri pertahanan.

Sementara itu, Liu Zhenli (61) menjabat sebagai Kepala Departemen Staf Gabungan CMC, unit strategis yang mengoordinasikan operasi tempur, intelijen militer, dan pelatihan pasukan.

Isu penyelidikan terhadap kedua jenderal ini mencuat setelah Zhang dan Liu tidak terlihat dalam sebuah pertemuan resmi penting yang dipimpin langsung oleh Xi Jinping, memicu spekulasi luas di kalangan pengamat politik dan militer.

Sejumlah analis menilai kasus ini menjadi bagian dari gelombang terbaru pembersihan di tubuh militer China, setelah sebelumnya beberapa jenderal dan mantan menteri pertahanan juga terseret dalam kasus serupa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Persis Solo daratkan Luka Dumancic untuk tambah kekuatan lini belakang
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Kisah Sudrajat 30 Tahun Jualan Es Gabus di Kemayoran, Kini Pengin Jual Gorengan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Perkuat Poros Akademik Global, Universitas Indonesia Timur Gandeng Tiga Kampus Raksasa Turki di Kemenko PMK
• 21 jam laluharianfajar
thumb
BMKG Prediksi Sumatera Mulai Musim Panas Februari-Maret: Pas Buat Rehabilitasi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Xi Jinping Pecat Sejumlah Jenderal di Cina, Ini Maknanya Secara Politik
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.