Pemerintah China menyelidiki dua pejabat militer paling seniornya atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum serius, sebuah istilah yang lazim digunakan Beijing untuk merujuk pada kasus korupsi di internal partai dan militer.
Presiden Xi Jinping sebelumnya telah memperingatkan bahwa korupsi merupakan “ancaman paling serius” bagi Partai Komunis China.
Ia juga menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi di tubuh negara dan militer “masih berada dalam situasi yang rumit dan penuh tantangan,” demikian seperti dilansir dalam laporan AFP.
Kementerian Pertahanan China pada Sabtu (24/1) mengonfirmasi bahwa Wakil Ketua Senior Komisi Militer Pusat (CMC) Zhang Youxia dan pejabat militer senior lainnya, Liu Zhenli, resmi berada dalam proses investigasi.
“Kasus ini melibatkan dugaan pelanggaran berat terhadap disiplin partai dan hukum negara,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan China, Jiang Bin, dalam pernyataan video yang dirilis media pemerintah.
Zhang Youxia (75) merupakan perwira dengan pangkat tertinggi di China dan menjabat sebagai wakil ketua senior CMC, lembaga militer paling berpengaruh yang berada langsung di bawah Presiden Xi Jinping, yang telah memimpin CMC sejak 2012.
Selain itu, Zhang juga merupakan anggota Politbiro, badan inti Partai Komunis China yang beranggotakan 24 elite partai dan berperan besar dalam menentukan arah kebijakan nasional.
The Wall Street Journal (WSJ) pada Minggu (25/1) melaporkan, Zhang juga dituding menerima suap untuk kepentingan tertentu, termasuk membantu promosi seorang perwira hingga menduduki jabatan menteri pertahanan.
Sementara itu, Liu Zhenli (61) menjabat sebagai Kepala Departemen Staf Gabungan CMC, unit strategis yang mengoordinasikan operasi tempur, intelijen militer, dan pelatihan pasukan.
Isu penyelidikan terhadap kedua jenderal ini mencuat setelah Zhang dan Liu tidak terlihat dalam sebuah pertemuan resmi penting yang dipimpin langsung oleh Xi Jinping, memicu spekulasi luas di kalangan pengamat politik dan militer.
Sejumlah analis menilai kasus ini menjadi bagian dari gelombang terbaru pembersihan di tubuh militer China, setelah sebelumnya beberapa jenderal dan mantan menteri pertahanan juga terseret dalam kasus serupa.




