Bisnis.com, JAKARTA — Tekanan biaya operasional yang terus meningkat membuat efisiensi energi menjadi strategi penting bagi pelaku usaha. Di tengah kenaikan inflasi dan Upah Minimum Regional (UMR) yang berdampak langsung pada biaya produksi, perusahaan pun dituntut untuk lebih cermat mengelola pengeluaran, termasuk konsumsi energi listrik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 2,92%, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini pun berdampak langsung pada kenaikan biaya produksi dan distribusi.
Di sisi lain, pemerintah juga telah menetapkan kenaikan rata-rata UMP nasional sebesar 6,5% untuk 2025. Kenaikan yang mulai berlaku sejak 1 Januari 2026 itu turut mengerek naik beban biaya tenaga kerja bagi sektor industri.
Dalam kondisi tersebut, efisiensi biaya menjadi prioritas utama bagi pelaku industri dan manufaktur untuk menjaga daya saing serta keberlanjutan bisnis. Di tengah tekanan biaya tenaga kerja dan produksi, konsumsi energi listrik menjadi salah satu komponen pengeluaran paling signifikan, sehingga efisiensi energi semakin dipandang sebagai strategi penting dalam menjaga kinerja operasional perusahaan.
Salah satu solusi yang makin diminati adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Sistem ini menawarkan berbagai manfaat strategis bagi pelaku usaha, mulai dari penghematan biaya hingga mendukung kelangsungan operasional.
1. Hemat Biaya Listrik
Dengan memanfaatkan PLTS Atap, pelaku usaha dapat menekan pengeluaran listrik secara signifikan. Rheza Adhihusada, Founder & CEO Suryanesia mengatakan pemanfaatan PLTS Atap dapat membuat penghematan mencapai sekitar Rp500 juta per tahun per hektare atap, tergantung luas atap dan tingkat konsumsi energi. Skema sewa Solar-as-a-Service bahkan memungkinkan perusahaan menikmati penghematan tanpa perlu investasi awal.
Baca Juga
- Perusahaan Arsjad Rasjid Guyur Rp335,32 Miliar untuk PLTS Jumbo di Morowali
- Ekspansi PLTS, Investasi Hijau Satu Terima Pembiayaan Rp113 Miliar dari OCBC
- Produsen Obat Panadol Pasang PLTS Atap di Pabrik Pulo Gadung
2. Tidak Mengganggu Arus Kas
Sistem sewa PLTS Atap memungkinkan pelaku usaha membayar biaya bulanan tetap, sehingga tidak mengganggu alokasi modal kerja atau belanja modal di awal. Strategi ini membantu perusahaan tetap fleksibel dalam mengelola keuangan sambil menekan biaya operasional.
3. Operasional yang Terjamin
PLTS Atap dirancang untuk berjalan selaras dengan sistem kelistrikan yang sudah ada di perusahaan. Instalasi dilakukan secara terencana dan terkoordinasi agar tidak mengganggu proses produksi. Dengan demikian, efisiensi energi tidak hanya soal penghematan, tetapi juga memastikan kestabilan operasional.
4. Mendukung Bisnis Ramah Lingkungan
Selain manfaat finansial, penggunaan energi surya juga mendukung langkah perusahaan menuju bisnis yang lebih hijau. Pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu cara pelaku usaha berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Efisiensi energi kini menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha. Solusi energi harus stabil, terintegrasi, dan mampu mendukung profitabilitas sekaligus kelangsungan operasional perusahaan,” kata Rheza.





