5 Fakta Pernyataan Nyeleneh Noel di Sidang Pemerasan: Sebut Nama Purbaya hingga Minta Dihukum Mati

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer menjalani sidang dugaan pemerasan K3 pada 26 Januari 2026 di Tipikor Jakarta Pusat.
  • Noel melontarkan pernyataan kontroversial, termasuk mengancam Menteri Keuangan dan meminta hukuman mati jika terbukti korupsi.
  • Terdakwa menuduh adanya keterlibatan partai politik berinisial "K" dan Ormas non-agama dalam kasus pemerasan tersebut.

Suara.com - Sosok Immanuel Ebenezer alias Noel kembali menjadi pusat perhatian publik. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) ini baru saja menjalani persidangan terkait kasus dugaan pemerasan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) pada Senin (26/1/2026).

Bukannya suasana sidang berlangsung kaku, Noel justru melontarkan serangkaian pernyataan "berapi-api" dan cenderung nyeleneh di hadapan majelis hakim.

Mulai dari ancaman terhadap pejabat pajak hingga tantangan hukuman mati, Noel seolah sedang melakukan panggung politik di ruang sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Berikut adalah 5 fakta pernyataan nyeleneh Noel Ebenezer di persidangan yang dirangkum oleh Suara.com:

1. "Purbaya Akan di-Noel-kan"

Salah satu pernyataan yang paling menghebohkan adalah saat Noel membawa-bawa nama Menteri Keungan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. Noel mengklaim mengantongi "info A1" bahwa Purbaya akan segera ditargetkan atau istilahnya "di-Noel-kan".

Noel memperingati Purbaya untuk berhati-hati. Pernyataan ini ia katakan sebelum persidangan di pengadilan Tipikor Jakarta Pusat dilaksanakan. Menurutnya, Purbaya harus berhati hati, sebab ada ‘pesta’ para bandit yang terganggu oleh Purbaya.

Sementara itu, Purbaya sendiri menanggapi santai dan menegaskan reformasi pajak tetap jalan terus.

2. Minta Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Baca Juga: Eks Wamenaker Noel Beri Peringatan ke Purbaya, KPK: Bisa Jadi Misinformasi di Masyarakat

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Noel menunjukkan sikap dramatis dengan menantang majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Pernyataan ini ia lontarkan jika dirinya memang benar-benar terbukti menerima uang hasil korupsi atau pemerasan.

"Hukum mati saya kalau terbukti korupsi. Tapi jika tidak, hukum saya seringan-ringannya. Apa pun yang namanya korupsi basisnya pertama kebohongan," tegas Noel sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor.

Sontak, pernyataan ini membuat heboh karena hukuman mati untuk koruptor di Indonesia secara praktis sangat jarang terjadi, dan ucapan Noel dianggap banyak pihak hanya sebagai aksi teatrikal.

3. Teka-teki Partai Politik Inisial "K"

Sebelum sidang Tipikor, Noel melempar "bom" mengenai adanya keterlibatan partai politik dalam kasus pemerasan K3 yang menjeratnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kuota BBM Subsidi 2026 Dipangkas, Jatah Pertalite Dikurangi Paling Banyak
• 14 menit lalutvonenews.com
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 132, Hari Ini Senin 26 Januari 2026: Adila dan Cahyadi Disekap, Trian Terobos Kepungan Preman
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Biodata Reza Arap, Perjalanan Karier dan Kisah Cintanya
• 1 jam lalutheasianparent.com
thumb
Kompolnas Geram Suami Jadi Tersangka Usai Kejar Jambret di Sleman: Niat Bela Keluarga Malah Terancam 6 Tahun Penjara
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Gempa Bumi M4,5 Terjadi di Bantul, Terasa hingga Solo dan Pacitan
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.