Gerak-gerik Asing di Sesi 1: Borong DEWA, Guyur BBCA

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing membukukan net sell Rp 1 triliun sepanjang sesi 1, Rabu (27/1/2026). Asing tercatat membeli saham senilai Rp 4,2 triliun dan melakukan aksi jual Rp 5,2 triliun. 

Bank Central Asia (BBCA) kembali menjadi saham dengan net sell terbesar, jauh di atas emiten lain. BBCA membukukan net foreign sell Rp 549,5 miliar dengan volume 73 juta saham. 

Seiring dengan tekanan jual tersebut, saham BBCA mengalami koreksi 1,63% ke level 7.525. 


Di bawah BBCA, bertengger Antam (ANTM) dalam daftar saham dengan net foreign sell terbesar. ANTM mencatat net sell asing Rp 205,4 miliar dengan volume 44,5 juta saham. 

Harga saham ANTM pun mengalami tekanan sebesar 2,94% setelah naik 10,96% pada perdagangan kemarin. 

Selengkapnya, berikut lima saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan sesi 1 hari ini: 

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp 549,5 miliar
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp 205,4 miliar
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp 96,5 miliar
  4. PT Astra Internasional Tbk (ASII) - Rp 88,4 miliar
  5. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Rp 588 miliar

Sementara itu, sejumlah saham yang mengalami tekanan harga dalam beberapa waktu terakhir diborong asing. Darma Henwa (DEWA) membukukan net buy Rp 73,5 miliar dan menduduki posisi teratas. Aksi borong asing tersebut ikut mengerek saham DEWA sebesar 3,17%. 

Baca: Kocok Ulang Indeks LQ45, BREN Masuk & ACES Tersingkir

Selanjutnya, Barito Renewables Energy (BREN) dan Sinergi Inti Andalan Prima (INET) mengekor dengan masing-masing net buy Rp 67,2 miliar dan Rp 63,4 miliar. BREN terpantau naik 1,6%, sedangkan INET masih berada di zona koreksi dengan penurunan -3,62%.

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada sesi 1: 

  1. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Rp 73,5 miliar
  2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - Rp 67,2 miliar
  3. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Rp 63,4 miliar
  4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp 36 miliar
  5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Rp 35,7 miliar

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi siang ini. Setelah sempat turun 1,13% pada sepuluh menit pertama perdagangan, IHSG ditutup melemah 53,67 poin atau turun 0,60% ke level 8.921,66.

Sebanyak 441 saham turun, 232 naik, dan 130 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 15,11 triliun, melibatkan 33,24 miliar saham dalam 2,08 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan merah dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh konsumer primer, properti dan barang baku, sedangkan yang mengalami apresiasi tertinggi infrastruktur dan energi.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Rerata Transaksi Harian Bursa Saham Desember 2025 All Time High

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Joko Kanigoro Akui Keputusan Partainya Dukung Prabowo Maju di Pilpres 2029 Penuh Risiko
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Sah! Ranty Maria Resmi Menikah, Rayn Wijaya Panjatkan Doa Menyentuh
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Komdigi terima 392.000 laporan situs judol dari situs aduankonten.id
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
BGN Tidak Melarang Siapa pun Mengunggah Menu MBG di Medsos
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
PT Indomobil Finance Buka 18 Posisi Lowongan Kerja Januari 2026, Cek Kualifikasi dan Cara Daftar!
• 21 jam lalutribuntimur.com
Berhasil disimpan.