Dishub Bekasi Bantah Tak Rawat Halte: Kami Selalu Bersihkan, tapi Tak Terekspos

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Zeno Bachtiar membantah pihaknya tidak melakukan perawatan terhadap halte-halte bus di Kota Bekasi.

Bantahan tersebut disampaikan menyusul viralnya aksi sekelompok pemuda tergabung yang membersihkan halte bus dan memperbaiki jalan rusak.

“Kegiatan-kegiatan yang sifatnya temporer itu sebenarnya setiap Jumat kami juga lakukan. Tapi kegiatan ini memang tidak terekspos. Dan kami, Pemerintah Kota, berterima kasih kepada adik-adik yang kemarin melakukan pembersihan halte,” ujar Zeno di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Pemuda Bersihkan Halte, Wali Kota Bekasi: Tak Semuanya Diselesaikan Pemerintah

Zeno menjelaskan, upaya menjaga wajah Kota Bekasi agar tetap bersih dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah.

“Tanggung jawab kota yang hari ini sudah keren menjadi lebih keren itu adalah tanggung jawab bersama. Ada regulator, dalam hal ini Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan, lalu juga komponen masyarakat, pelaku usaha, dan lain-lain,” katanya.

Zeno menuturkan, pihaknya berencana menjalin komunikasi dengan para pemuda yang tergabung dalam komunitas Generasi Burgeract untuk memberikan apresiasi atas aksi yang mereka lakukan untuk kota Bekasi, khususnya terkait perawatan halte.

“Rencananya kami akan ngobrol santai dengan teman-teman yang kemarin membersihkan halte. Ke depan tentu kami menginisiasi dan mendorong semua komponen masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif,” ujarnya.

Menurut Zeno, selain menjaga kebersihan, hal yang tak kalah penting adalah mencegah vandalisme dan aksi corat-coret di fasilitas umum, serta memastikan fungsi halte berjalan sebagaimana mestinya.

“Mungkin ada beberapa titik halte yang hari ini belum difungsikan sesuai dengan fungsinya. Kami bersama dengan teman-teman wilayah akan melakukan pengawasan dan pengendalian,” kata dia.

Baca juga: Aksi Generasi Burgeract Pemuda Bekasi, Bersihkan Halte dan Jalan Rusak di Malam Hari

Ia menegaskan, pembersihan fasilitas umum tidak semata dilihat dari hasil akhir berupa halte yang bersih, melainkan nilai edukasi yang muncul dari proses tersebut.

“Yang lebih penting bukan hanya hasilnya, tapi mengedukasi. Bukan hanya output-nya halte bersih, tapi outcome-nya adalah timbulnya rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, sekelompok pemuda di Kota Bekasi yang tergabung dalam komunitas Generasi Burgeract menjadi sorotan publik setelah aksi mereka membersihkan halte bus yang kotor dan melakukan penanganan awal terhadap jalan rusak viral di media sosial.

Beranggotakan lima anak muda, komunitas ini tidak sekadar berkumpul untuk berbagi cerita, tetapi turun langsung ke lapangan, bahkan bekerja pada malam hari, demi memperbaiki fasilitas umum yang dinilai kerap luput dari perhatian.

Aksi sosial tersebut berawal dari keprihatinan para anggotanya melihat kondisi halte bus dan jalan rusak yang dibiarkan tanpa perawatan memadai.

“Untuk officially timnya sebenarnya baru dibentuk akhir-akhir ini. Tapi sebelumnya kami sudah sering bareng-bareng, sampai akhirnya memutuskan bikin satu komunitas, yaitu Generasi Burgeract ini,” ujar Geraldi Weimy saat ditemui Kompas.com di Bekasi, Senin (26/1/2026).

Baca juga: Punya Keresahan yang Sama, Anak Muda Bekasi Bersihkan Halte dan Tandai Jalan Rusak

Weimy menjelaskan, gagasan membentuk komunitas itu muncul dari keinginan untuk mengambil tindakan nyata, bukan sekadar mengeluhkan kondisi fasilitas umum.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menegaskan, meski gerakan yang mereka lakukan terlihat sederhana, dampaknya dinilai penting untuk membangun kesadaran publik terhadap ruang bersama.

“Kita ingin negara ini lebih maju lagi. Kita tahu Indonesia menargetkan Indonesia Emas, dan kita ingin bagian dari itu,” ujar Weimy.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kalau Tidak Di-Mark Up, Biaya Paket Lengkap Sertifikat K3 Kemenaker Tak Sampai Rp 500.000
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Gibran Dorong Mahasiswa Kuasai AI Hingga Blockchain
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KAI Daop 8 Surabaya Hentikan Sementara Perjalanan Kereta Api Imbas Gempa Pacitan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istri Ungkap Pesan Terakhir Lucky Widja: Minta Dimakamkan Bersama Ayahnya
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Markas UNRWA di Yerusalem Dibakar Usai Dihancurkan Israel
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.