tvOnenews.com - Media Inggris ikut angkat bicara soal langkah besar Timnas Indonesia menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala.
The Guardian secara khusus mempertanyakan seberapa realistis ambisi Garuda menembus Piala Dunia 2030 di bawah komando pelatih asal Inggris tersebut.
John Herdman resmi diumumkan sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh PSSI pada 3 Januari 2026.
Penunjukan ini langsung mencuri perhatian internasional mengingat rekam jejak Herdman yang pernah mencetak sejarah bersama Kanada, baik di level putra maupun putri.
The Guardian menilai pengalaman Herdman membawa Kanada kembali ke Piala Dunia setelah penantian panjang menjadi modal penting, namun juga sekaligus tolok ukur berat bagi tantangan yang kini dihadapinya bersama Indonesia.
“John Herdman memimpin Kanada ke Piala Dunia yang lama dinantikan. Bisakah ia melakukan hal yang sama dengan Indonesia?” tulis The Guardian.
Dalam ulasannya, The Guardian mengingatkan bahwa Kanada membutuhkan waktu 36 tahun untuk kembali tampil di Piala Dunia setelah debut pada 1986, sebelum akhirnya lolos ke edisi 2022.
Perjalanan panjang tersebut disebut sebagai gambaran betapa kompleksnya proyek jangka panjang seperti ini.
Media tersebut mengakui besarnya basis suporter dan tingginya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.
Namun di sisi lain, prestasi internasional Garuda dinilai belum sebanding dengan potensi yang dimiliki.
“Indonesia telah menjadi negara yang sangat kurang berprestasi di bidang sepak bola, terhambat oleh politik, hooliganisme, korupsi (dua dekade kemudian, masih sulit untuk tidak menyebutkan fakta bahwa Nurdin Halid menjalankan federasi dari dalam sel penjara), ketidakkompetenan, dan politik,” tulis The Guardian.
The Guardian juga menyinggung peran Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang sebelumnya menjabat Menteri BUMN sejak 2019.
Stabilitas kepemimpinan federasi dinilai krusial untuk menopang proyek ambisius menuju Piala Dunia 2030.
Salah satu kekuatan utama Herdman yang mendapat sorotan positif adalah kemampuannya membangun ikatan emosional dengan pemain.
Ia dikenal piawai menciptakan rasa kebersamaan dan membuat pemain menempatkan kepentingan tim di atas ego pribadi.
“Kemampuan Herdman untuk menciptakan dedikasi semacam itu akan sangat penting dalam posisi barunya, melatih Tim Nasional Indonesia yang telah berubah jauh dari yang bisa dikenali,” tulis The Guardian.



