Golongan Darah A dan B Ternyata Lebih Rentan Diabetes Tipe 2, Ini Temuan Ilmiahnya

mediaindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

GOLONGAN darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta yang jauh lebih serius, golongan darah tertentu ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis, termasuk Diabetes Tipe 2.

Sebuah studi berskala besar yang melibatkan lebih dari 80.000 perempuan dan dipublikasikan di jurnal ilmiah Diabetologia menemukan bahwa pemilik golongan darah A dan B memiliki risiko lebih tinggi terkena Diabetes Tipe 2 (T2D) dibandingkan golongan darah O.

Golongan Darah B+ Paling Berisiko

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Guy Fagherazzi dan Dr. Françoise Clavel-Chapelon menunjukkan bahwa golongan darah B dengan Rhesus positif (B+) berada di posisi risiko tertinggi.

Baca juga : Memahami Diabetes: Jenis, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Hasilnya cukup mencolok:

  • Pemilik golongan darah B+ memiliki risiko 35% lebih tinggi terkena Diabetes Tipe 2 dibandingkan golongan darah O negatif (O-).

Berikut rincian peningkatan risiko diabetes dibandingkan golongan darah O (yang dikenal sebagai donor universal):

  • Golongan Darah B: Risiko meningkat 21%
  • Golongan Darah A: Risiko meningkat 10%
  • Golongan Darah AB: Risiko meningkat 17% (namun masih memerlukan konfirmasi statistik lanjutan)
Mengapa Golongan Darah Bisa Berpengaruh?

Meski mekanisme pastinya masih terus diteliti, para ilmuwan mengidentifikasi beberapa faktor biologis yang diduga menjadi penghubung antara golongan darah dan diabetes:

Baca juga : Golongan Darah Ini Punya Risiko Rendah Terkena Penyakit Jantung

1. Mikroba Usus

Golongan darah diyakini memengaruhi komposisi bakteri usus, yang berperan penting dalam metabolisme gula dan sensitivitas insulin.

2. Peradangan Kronis

Variasi gen pada sistem ABO dapat memengaruhi penanda inflamasi dan kesehatan pembuluh darah—dua faktor kunci dalam perkembangan diabetes.

3. Struktur Molekul Darah

Perbedaan molekul pada golongan darah tertentu diketahui memengaruhi cara tubuh memproses glukosa.

Bukan Vonis, tapi Peringatan Dini

Dr. Fagherazzi menegaskan bahwa temuan ini bukan berarti pemilik golongan darah A atau B pasti akan menderita diabetes. Namun, hasil riset ini dapat menjadi alarm dini untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami menemukan hubungan yang kuat antara golongan darah dan risiko diabetes. Peserta dengan golongan darah O memiliki risiko paling rendah,” ujarnya.

Ke depan, temuan ini diharapkan dapat membantu tenaga medis mempertimbangkan golongan darah sebagai salah satu faktor dalam strategi pencegahan Diabetes Tipe 2, terutama melalui perubahan gaya hidup dan deteksi dini. (Science Daily/Z-10)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penghinaan di Kasus Sahabat Cita Citata
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Meski Putus, Megan Fox dan MGK Tetap Kompak Mengasuh Putri Mereka
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pemblokiran Chatbot Grok oleh Kemkomdigi: Menanti Kepatuhan PSE dan Perlindungan dari Konten Negatif
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Pecah Telur! RI Siap Ekspor Beras dan 450 Ton Bumbu untuk Jemaah Haji 2026
• 5 jam laludisway.id
thumb
Konser Amal Gitaris untuk Negeri Galang Donasi Rp 874,3 Juta
• 10 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.