Harga Emas Bertahan di Atas US$5.000 per Troy Ons Terangkat Depresiasi Dolar AS

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas bertahan di atas level US$5.000 per ons untuk hari kedua berturut-turut seiring depresiasi dolar AS. Adapun, reli harga emas berlanjut didorong oleh risiko geopolitik serta perubahan selera investasi yang menjauh dari obligasi dan mata uang.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas naik 1,2% menjadi US$5.067,84 per ons pada pukul 13.00 waktu Singapura. Sementara itu, harga perak menguat 4,3% menjadi US$108,25 per ons, usai menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$117,71 pada sesi sebelumnya. 

Adapun, emas batangan melonjak hingga 1,4% pada Selasa (27/1/2026) atau mencetak kenaikan tujuh hari berturut-turut. Kenaikan harga emas ini disebabkan Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif atas barang-barang Korea Selatan.

Baca Juga : Perbandingan Investasi Emas dan Deposito di 2026, Mana yang Lebih Aman?

Sementara itu, indeks dolar AS juga terus melemah pada awal pekan ini karena ada spekulasi bahwa AS mungkin membantu Jepang menopang yen. Kondisi ini membuat logam mulia menjadi lebih murah bagi sebagian besar pembeli dan mendorong permintaan.

Lonjakan harga emas baru-baru ini menegaskan kembali peran historis logam mulia ini sebagai indikator ketakutan di pasar. Setelah mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979, emas telah naik 17% sepanjang tahun ini. 

Daya tarik emas juga tercermin dalam data posisi spekulan, sementara pedagang opsi bersiap menghadapi potensi kenaikan lebih lanjut di pasar yang memanas. Volatilitas harga tercermin lewat kontrak berjangka Comex yang naik ke level tertinggi sejak puncak pandemi Covid-19 pada Maret 2020. 

“Para pedagang membeli saat harga terkoreksi, bukan melawan reli,” kata Fawad Razaqzada, analis di City Index Ltd., dikutip Bloomberg pada Selasa (27/1/2026).

Ke depan, fokus investor mengarah ke pilihan Trump untuk kursi ketua Federal Reserve berikutnya. Trump menegaskan sudah memiliki nama dalam pikirannya yang lebih dovish.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dari Menhan ke Presiden: Jejak Diplomasi Prabowo Membela Kedaulatan Palestina
• 3 jam laludisway.id
thumb
Partai Gema Bangsa Resmi Usung Prabowo di 2029: Ingin Akhiri Cengkeraman Oligarki!
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Gandeng BPK, KPK Mulai Telusuri Kasus Korupsi Kuota Haji Tambahan
• 7 jam lalumerahputih.com
thumb
Ini Dampak Modifikasi Cuaca dengan Kalsium Oksida (CaO): Analisis Lingkungan dan Kesehatan
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Noel Singgung Partai "K" di Kasus K3, KPK Minta Buktikan di Persidangan
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.