BMKG menyampaikan laporan terkait gempa bumi berkekuatan 4,4 magnitudo yang menggetarkan Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/1). Gempa terjadi pukul 13.15 WIB dan berpusat di darat pada jarak 16 km arah Timur Bantul dengan kedalaman 1 km.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat dan membuat warga Bantul kaget hingga ke luar rumah.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini adalah gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Opak.
BMKG menyebut, gempa ini dirasakan di Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman, Kota Yogyakarta, Klaten dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan melintas.
Kemudian di Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, Magelang dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Daryono,
Meski begitu, hasil monitoring hingga pukul 13.45 WIB, ada 14 gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 2.0.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F27%2F882e103fa1a7f3c9e8ee8a11a89e07bf-20260127RAM_Permintaan_maaf_.jpeg)