Penulis: Jatmiko Hadi
TVRINews, Yogyakarta
Sebanyak 15 warga yang tergabung dalam Kelompok Ternak Ngudi Rahayu, Dusun Wareng Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo, antusias membudidayakan ayam petelur dengan sistem kandang baterai modern di lahan pekarangan rumah mereka.
Menerima bantuan Program Ayam Merah Putih dari pemerintah pusat, mereka memelihara sebanyak 600 ekor ayam petelur jenis strain lohman brown yang dikenal sangat produktif.
Budidaya dimulai dengan memasukkan anakan ayam betina atau pullet usia 15 sampai 16 hari dengan bobot 1,1 hingga 1,2 kilogram. Setelah usia 20 minggu ayam akan mulai bertelur, dengan perkiraan produksi minimal mencapai 30 kilogram per hari.
Selain bisa mencukupi kebutuhan gizi keluarga, usaha budidaya ayam petelur ini juga diharapkan mampu menyuplai kebutuhan bahan baku program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah masing-masing, sehingga pendapatan serta perekonomian warga pun akan semakin meningkat. Terlebih usia produktif ayam jenis ini bisa mencapai dua tahun. Setelah ayam tidak berproduksi pun, peternak juga masih bisa menjual ayam afkir untuk dikonsumsi, sehingga dapat menambah keuntungan mereka.
“Jadi estimasi perhari itu taruh saja setiap seratus ekor itu lima kilo, jadi kalo enam ratus ekor itu ada tiga puluh kilo per hari, dan untuk ketahanannya itu kalo pakannya bagus, bisa bertahan sampai dua tahun, untuk pasar telur itukan luar biasa harganya apalagi saat ini ada MBG, penyerapannya kan sangat luar biasa," ucap Paryono, peternak ayam petelur, pada Senin 26 Januari 2026.
Di Kabupaten Kulon Progo sendiri terdapat 7 kelompok penerima program bantuan budidaya ayam merah putih dari pemerintah pusat yang tersebar di 4 kapanewon.
Program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto ini digulirkan guna mendukung kebutuhan bahan pangan program makan bergizi gratis sekaligus juga meningkatkan perekonomian warga.
Editor: Redaktur TVRINews

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F26%2F54c88e50d5cfe7ad5ed7fd7fcae66fc0-WhatsApp_Image_2026_01_26_at_17.43.42.jpeg)