Bisnis.com, SURABAYA – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,5 yang berpusat di darat, tepatnya 24 kilometer arah tenggara Pacitan, Jawa Timur dengan kedalaman 122 kilometer, sempat berdampak terhadap aktivitas transportasi kereta api di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menjelaskan pihaknya sempat melakukan penghentian sementara terhadap perjalanan kereta api di wilayah terdampak.
Kebijakan tersebut ditempuh sesuai prosedur keselamatan untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana perkeretaapian pascagempa dalam keadaan aman, khususnya terhadap lintas Bangil (Pasuruan) – Wlingi (Blitar)
Mahendro menjelaskan, sebanyak lima kereta api sempat mengalami pemberhentian sementara akibat peristiwa tersebut. Di antaranya KA Matarmaja relasi Malang - Pasar Senen yang berhenti selama 40 menit, lalu KA Commuter Line Penataran relasi Surabaya Kota - Malang - Blitar yang berhenti selama 35 menit.
"Selanjutnya, kereta api yang terdampak antara lain KA Ijen Ekspres relasi Ketapang - Malang yang berhenti selama 29 menit, KA Betmakola Tanker yang berhenti 28 menit, dan KA Kertanegara relasi Malang - Purwokerto yang berhenti 21 menit," beber Mahendro, Selasa (27/1/2026).
Lebih lanjut, Mahendro menyatakan jajarannya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lintas rel, jembatan, serta fasilitas perkeretaapian lainnya. Berdasarkan hasil pengecekan, prasarana di wilayah yang terdampak gempa dinyatakan aman dan telah layak dilalui pada pukul 09.01 WIB.
Baca Juga
- Kereta Api Mudik Lebaran 2026, Simak 5 Tips War Tiket Anti Gagal!
- Cara Refund Tiket Kereta Api 100% via Access by KAI dan Loket Stasiun
- Pembatasan Angkutan Barang Lebaran 2026, MTI Minta Pemerintah Alihkan ke Kereta Api
Atas hal tersebut, KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada segenap pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat penghentian sementara perjalanan KA tersebut.
“Kami juga memastikan terus melakukan pemantauan di lapangan serta akan menyampaikan informasi terbaru sesuai perkembangan kondisi prasarana dan operasional,” pungkasnya.


