Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas merger tiga subholding PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
“Tadi pagi kami baru umumkan ke karyawan dulu. Tadi sudah dijelaskan oleh manajemen ke karyawan, prinsipnya no one left behind [tidak ada yang ditinggal],” ujar Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono usai acara 'Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi' yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Senin (26/1/2026), dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).
Agung menuturkan, proses merger ketiga subholding Pertamina masih berjalan. Kini, seluruh syarat pendahuluan (condition precedent)-nya untuk proses merger sudah siap.
Agung menjelaskan, ketiga subholding tersebut akan dilebur menjadi subholding downstream (hilir).
Saat ini, Pertamina memiliki enam subholding yang terdiri atas subholding commercial & trading PT Pertamina Patra Niaga (PPN), subholding refining & petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan subholding integrated marine logistics PT Pertamina International Shipping (PIS). Kemudian, subholding upstream PT Pertamina Hulu Energi, subholding power & new renewable energy PT Pertamina NRE, dan subholding gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Dengan penyatuan tiga subholding, nantinya Pertamina hanya akan memiliki empat subholding, yakni subholding upstream (hulu), subholding downstream (hilir), subholding gas, dan PNRE.
Baca Juga
- Pertamina Kejar Merger 3 Subholding Migas Rampung 1 Januari 2026
- Bos Pertamina Targetkan Merger 3 Subholding Migas Dieksekusi Akhir Tahun
- Pertamina: Merger 3 Subholding Hilir Migas Bakal Perkuat Kinerja Keuangan
Namun, Agung belum dapat memastikan kapan merger ketiga anak usaha tersebut akan selesai dan diumumkan kepada publik.
“Nanti akan kami umumkan, tetapi kami sudah siap semua condition precedent-nya. Namanya nanti subholding downstream,” kata Agung.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri membidik merger tiga subholding Pertamina rampung pada 1 Januari 2026.
"Kita sih kejarnya mudah-mudahan per 1 Januari 2026 sudah terlaksana [merger] gitu," ujar Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Selasa (11/11/2025).
Simon menyampaikan rencana merger tiga anak usaha tersebut sudah sampai di tahap finalisasi dan akan dilaporkan ke Badan Pengelola Investasi Danantara. Pelaporan ke Danantara, tutur Simon, bertujuan untuk memperoleh persetujuan.




