30 Sapi di Ngawi Terjangkit PMK, Pemprov Jatim Pastikan Sebaran Virus Masih Terkendali

suarasurabaya.net
15 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 30 ekor sapi di Kabupaten Ngawi dilaporkan terjangkit virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tersebar di 10 kecamatan dan 15 desa.

Menanggapi temuan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebut memang ada lonjakan kasus virus PMK pada awal 2026 namun sebarannya masih terkendali.

Iswahyudi Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim menjelaskan peningkatan kasus secara epidemiologi dipicu oleh pergantian musim.

Lonjakan kasus PMK tidak hanya dialami oleh provinsi Jatim saja. Iswahyudi menyebut peningkatan kasus pada awal tahun terjadi secara nasional dan sekitar 10 provinsi melaporkan kondisi serupa.

“Secara nasional ada peningkatan kasus PMK di Januari. Ini dipengaruhi pergantian musim dari kemarau ke musim hujan dengan intensitas cukup lebat, sehingga kondisi kesehatan ternak menurun dan virus masih berpotensi muncul,” ujar Iswahyudi dikonfirmasi Selasa (27/1/2026).

Meski ada laporan lonjakan kasus, Iswahyudi menegaskan Provinsi Jatim berstatus bebas PMK. Artinya, potensi virus masih ada namun sebarannya dapat ditekan melalui vaksinasi secara berkala.

“Indonesia dan Jawa Timur bebas PMK dalam arti terkendali. Vaksinasi terus kita lakukan secara berkelanjutan untuk sapi, kambing, kerbau, dan babi. Vaksinasi dilakukan setiap enam bulan,” jelasnya.

Dibandingkan awal tahun 2025, Iswahyudi menyebut kasus PMK di Jatim tercatat mengalami penurunan cukup signifikan karena berbagai skema menekan sebaran virus telah dilakukan.

Dia merinci pada Januari–Februari 2025, rata-rata kasus harian mencapai 200 hingga 300 kasus. Sementara pada awal Januari 2026, jumlah hewan ternak yang terjangkit PMK tercatat sekitar 10 – 15 kasus.

“Secara tren ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.(wld/ham)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alasan DPR Memilih Adies Kadir Jadi Hakim MK ketimbang Inosentius Samsul
• 16 jam lalukompas.id
thumb
DPR ajukan Adies sebagai Hakim MK karena profesor hukum
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Skandal Kuota Haji Rp1 Triliun: KPK Endus Kesthuri Diduga Tampung Setoran Suap untuk Oknum Kemenag
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Jadi saksi sidang korupsi minyak, Ahok: Saya akan sampaikan apa adanya
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Anggota Polres Bima Kota dan Istrinya Ditangkap di Dompu, Diduga Terlibat Jaringan Narkoba
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.