Cerita Bengkel Dinamo di Tepi Jalan Yogya yang Bertahan Melawan Zaman

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Cahyono Eko (40) duduk di depan kios menanti pelanggan. Dia tetap setia menanti meski langit kian mendung. Gerimis sesekali turun.

Di depannya, berjajar alat elektronik rumah tangga berdinamo mulai dari kipas, blender, hingga pompa air. Itu kepunyaan pelanggan yang selesai diperbaiki.

Sudah tiga tahun ini Cahyo meneruskan usaha bapaknya. Jasa servis pompa air hingga kipas angin di Jalan Pembela Tanah Air, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Selasa (27/1).

Sebelumnya Cahyo bekerja sebagai karyawan swasta. Dia memutuskan pensiun. Belajar servis secara otodidak dan meneruskan usaha keluarga.

"Saya baru tiga tahun. Sebelumnya bapak mertua saya sejak 1990. Bapak mertua saya sudah sepuh sekarang akhirnya di rumah," kata Cahyo mengawali perbincangan.

"Di sini dulu awalnya (terkenal) perbaikan spul dinamo. Kaya spul dinamo pompa air, peralatan rumah tangga kaya blender dan mixer. Kalau (dinamo) terbakar bisa diservis di sini," tuturnya.

Pokoknya, segala peralatan rumah tangga yang ada dinamonya bisa Cahyo perbaiki. Mulai dari pompa air, peralatan tukang, bur, gerinda, blender, mixer, kipas angin, hingga setrika.

Sejak dahulu ada empat kios di jalan ini.

"Sejak dulu empat gini. Tidak ada hubungan keluarga. Dulu katanya, bapak mertua saya pertama kali di sini terus ada orang lain juga yang ikut buka juga. Cari rezeki bareng-bareng," tuturnya.

Bertahan Melawan Zaman

Usaha ini masih bertahan di era modernisasi. Di masa alat elektronik makin murah harganya.

Diakuinya kipas angin yang dulu masyarakat kerap memilih memperbaiki ketika rusak, kini makin jarang. Harga kipas angin makin murah sehingga banyak yang memilih beli baru.

"Sekarang alat rumah tangga berkurang. Misal kipas angin dulu harga baru di atas Rp 300 ribu sekarang ada Rp 100 ribu. Otomatis sekali pakai," katanya.

Di sisi lain saat ini dia juga dapat rezeki baru dari memperbaiki conveyor bakpia.

"Sekarang berkembang banyak dinamo digunakan kaya usaha bakpia itu. Mereka sekarang sudah otomatis conveyernya pakai dinamo," katanya.

Tarif servis di sini juga terjangkau. Untuk yang ringan jasanya Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu. Jika berat di angka Rp 100-150 ribu.

Pelanggannya datang dari Gunungkidul hingga Kulon Progo

Ratno (60 tahun) sedang sibuk di kiosnya. Pekerjaan ini juga merupakan warisan keluarga. Tepatnya sang ayah. 38 tahun sudah usaha ini berdiri.

"Di sini terus dari dulu," kata Ratno.

Pelanggan pun tak hanya Kota Yogyakarta tetapi juga masyarakat di kabupaten seperti Gunungkidul hingga Kulon Progo.

"Pelanggan banyak. Dari Wonosari (Gunungkidul) ada, Kulon Progo ada, Bantul ada," katanya.

Seiring perkembangan zaman, banyak produk elektronik di pasaran. Menurut Ratno, penurunan kualitas begitu terasa.

"Bagus yang dulu. Sekarang cuma ya gimana ya, kualitasnya beda sama yang dulu," pendapatnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gaji Layvin Kurzawa Lebih dari Rp2,3 Miliar Per Minggu Sebelum Terima Tawaran Persib Bandung
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 132, Hari Ini Senin 26 Januari 2026: Adila dan Cahyadi Disekap, Trian Terobos Kepungan Preman
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pramono Bakal Gratiskan Pengobatan Warga Jakarta yang Sakit Akibat Banjir
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Alarm Keras dari Cisarua, Awas Longsor Serupa
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Warung Bolong di Balik Kemegahan Mal, Pengisi Perut Kaum Mendang-mending
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.