Ditinggal Elite Pindah ke PSI, Nasdem: Kami Hormati

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Saan Mustopa mengatakan, partainya menghargai keptusan sejumlah elite Nasdem yang memutuskan berpindah parta ke Partai Solidaritas Indonesa (PSI).

"Ya itu kan hak dan pilihan masing-masing, dan tentu kita menghormati pilihan politik masing-masing," ujar Saan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Setidaknya ada dua kader Nasdem yang pindah ke PSI, yakni eks wakil ketua Ahmad Ali dan eks anggota DPRD Jakarta Bestari Barus.

Belakangan ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan Rusi Masse juga telah mengundurkan diri dari Nasdem dan diisukan akan segera bergabung ke PSI.

Baca juga: Rusdi Masse Mundur dari Nasdem, Akan Merapat ke PSI?

Saan menjelaskan, Nasdem tidak memiliki masalah apapun dengan para kader yang loncat ke PSI tersebut.

Oleh karena itu, jika mereka memilih jalan politik lain, Saan menghormati keputusan tersebut.

Saan melanjutkan, seiring pengunduran diri Rusdi Masse, Nasdem akan tetap menjadikan wilayah Indonesia timur sebagai kekuatan utama mendulang suara.

Nasdem pun telah menunjuk Sekretaris DPW Saharuddin Arif untuk mengisi kursi yang ditinggal Rusdi.

Baca juga: Nasdem Tunjuk Bupati Sidrap Jadi Ketua DPW Sulsel Pengganti Rusdi Masse

"Makanya penggantinya (Rusdi Masse) yang memang sudah memahami betul situasi peta kondisi yang ada di wilayah Timur, khususnya di Sulawesi Selatan. Dia juga Sekretaris DPW sebelumnya, pernah juga sebelumnya menjadi Ketua DPRD Sulawesi Selatan sebelum menjadi Bupati Sidrap. Artinya, kita tidak terlalu khawatir," ujar Saan.

Saan juga memastikan Nasdem tetap memberikan kenyamanan bagi seluruh kader.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Nasdem juga tidak melarang apabila kader memilih meninggalkan partai besutan Surya Paloh itu.

"Kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga enggak bisa menahan, tapi kita tetap menghargai pilihan," kata Saan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Timah Melonjak, Ini Dampaknya pada Industri Timah RI
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Masyarakat Lokal dapat 35 Juta Dolar AS untuk Konservasi Terumbu Karang
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Kementerian PU Kerahkan 15 Alat Berat untuk Tangani Bencana Longsor Cisarua
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Peta Kampus Terbaik di Jawa Tengah 2026 versi Webometrics
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Pramono Bakal Lakukan Pembebasan Lahan, Normalisasi Kali Cakung Lama
• 4 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.