Profil Band Element, Grup Band Legendaris yang Sempat Populer di Tahun 2000-an

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Kabar meninggalnya Lucky Widja atau yang akrab disapa Lucky Element menjadi duka mendalam bagi dunia hiburan Tanah Air. Kepergian musisi yang namanya lekat dengan perjalanan panjang band Element tersebut mengejutkan banyak pihak, terutama para penggemar yang mengikuti karir serta perjuangannya melawan penyakit dalam beberapa tahun terakhir.

Lucky Widja dikenal sebagai salah satu figur penting dalam industri musik Indonesia, khususnya pada era 2000-an. Melalui band Element, ia menorehkan jejak panjang dalam musik pop Tanah Air dan menjadi bagian dari generasi musisi yang karyanya dekat dengan kehidupan pendengarnya. 

Inilah profil band Element yang sempat terkenal sebagai wadah dimana Lucky Widja berkarya dan sempat populer di tahun 2000-an. 

Profil Band Element: Perjalanan Pembentukan Formasi
profil band element (https://www.instagram.com/ferdy_tahier/)

 

Band Element berawal dari persahabatan tiga model majalah remaja Aneka, yakni Ronny Setiawan, Lucky Widja, dan Didi Riyadi. Pada 1997, Ronny yang semula ditawari rekaman album solo memutuskan membentuk band bersama Lucky dan Didi.

Dalam proses pembentukan, mereka merekrut teman-teman sekolah yang memiliki kemampuan bermusik, di antaranya Muhammad Gibran Aziz (Ibank) sebagai bassist dan Fajar Putra Jaya Maringka sebagai kibordis. Posisi gitaris sempat diisi Ali Zainal sebelum kemudian digantikan oleh Arya Adhi Prasetyo dan masuknya Irwan Aditya Pratama.

Dengan latar belakang personil yang beragam, mulai dari model, aktor, dan musisi, Element sempat diragukan keseriusannya di awal karier. Namun, konsistensi berkarya perlahan membuktikan eksistensi mereka sebagai grup musik yang diperhitungkan.

Album Perdana dan Perubahan Formasi

Album perdana Element, Hanyalah Cinta, dirilis pada 1999 di bawah naungan Universal Music Indonesia. Lagu “Hanyalah Cinta” dan “Galau” cukup dikenal publik, meski penjualannya belum terlalu banyak. Pada periode ini, manajemen band berada di bawah Oxygen Entertainment yang juga membentuk fanbase bernama Parliament.

Perubahan besar terjadi pada 2000 ketika Ronny Setiawan mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Posisi vokalis kemudian diisi Ferdy Tahier. Meski telah keluar dari formasi utama, Ronny tetap menjalin hubungan baik dan berkontribusi dalam album kedua Kupersembahkan Nirwana (2001), termasuk menciptakan lagu “Pergilah Adinda”.

Album kedua tersebut menjadi titik balik Element. Lagu-lagu seperti “Kupersembahkan Nirwana”, “Pergilah Adinda”, dan “Bukan Orang Suci” mengantarkan Element meraih Golden Award dari Universal Music Indonesia karena penjualan di atas 100 ribu kopi, sekaligus membuka pasar Malaysia.

Masa Keemasan Band Element

Kesuksesan Element mencapai puncaknya melalui album Paradoks (2002). Lagu “Rahasia Hati” mendominasi tangga lagu radio dan televisi, menjadi soundtrack sinetron, serta membawa Element meraih status triple platinum dengan total penjualan lebih dari satu juta kopi.

Pada masa ini, Element juga tampil di berbagai panggung internasional, termasuk di Malaysia, serta didapuk menjadi grup pembuka konser musisi dunia seperti Ronan Keating dan Lighthouse Family. Keberhasilan ini menempatkan Element sebagai salah satu band pop paling berpengaruh pada masanya.

Setelah berpisah dengan Universal Music Indonesia, Element pindah ke EMI Music Indonesia dan merilis album Dialog (2004). Album ini melahirkan lagu-lagu populer seperti “Satu Cerita Tentang”, “Cinta Yang Lain”, dan “Sadar Tanpa Dirimu”, serta kembali mencatat penjualan double platinum.

Kepergian Lucky Widja dan Dinamika Band

Pada 2005, Lucky Widja memutuskan keluar dari Element untuk menempuh jalur solo. Meski kehilangan salah satu figur pentingnya, Element tetap melanjutkan perjalanan dengan merilis album Resonansi, Neo Resonansi, dan Terang.

Dalam perjalanannya, Element beberapa kali mengalami perubahan formasi serta jeda aktivitas seiring kesibukan masing-masing personel. 

Reuni dan Fase Lanjutan

Album Save the Best for Last (2014) kerap disebut sebagai penutup fase lama perjalanan Element. Album ini berisi aransemen ulang lagu-lagu hits mereka serta dua lagu baru, dan tercatat terjual ratusan ribu kopi dengan predikat multi-platinum.

Pada 2017, Element kembali tampil bersama sejumlah mantan personel dalam proyek Element Reunion. Proyek ini menjadi ruang nostalgia sekaligus upaya memperkenalkan kembali karya-karya mereka kepada publik. Dalam perkembangannya, Element merilis album New World Resonansi (2020) dan album live LIVErsion (2022) yang menampilkan versi panggung dari lagu-lagu hits mereka.

Kronologi Meninggal Dunia Lucky Element
Profil Lucky Widja ( instagram.com/luckywidja)

 

Lucky Element dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Ia disebut terlambat menjalani prosedur cuci darah, yang menyebabkan kondisinya memburuk hingga mengalami sesak napas.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan sesama musisi. Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusinya di dunia musik Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Chery Series Mengalami Pertumbuhan Penjualan, Ini Harga Januari 2026
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Timah Melonjak, Ini Dampaknya pada Industri Timah RI
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Imbauan KPK ke Noel Ebenezer yang Sebut-sebut “Partai K”
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Ikut Rapat di Hambalang, Sjafrie Laporkan Kondisi Tanah Air ke Prabowo
• 21 jam laluidntimes.com
thumb
Wall Street Menghijau Jelang Musim Laporan Keuangan
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.