Saat Atin Rizky Jadi Pelatih Kiper Dadakan di Klub Malaysia

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Akhir 2025 kemarin sepertinya jadi periode tersibuk dalam karier Atin Rizky. Bayangkan saja, dalam kurun waktu satu bulan, ia menjalani dua profesi di dua negara yang berbeda.

Perjalanan ini dimulai saat Atin bermain untuk New Radiant SC di Liga Maladewa Wanita. Ia dikontrak sebagai kiper dalam satu putaran kompetisi yang dimulai 1 Desember 2025 lalu. Setelah kompetisi, Atin merampungkan kontrak singkatnya di Maladewa pada 23 Desember lalu.

Setelah menuntaskan kontraknya di Maladewa, Atin tak langsung pulang ke Indonesia. Kiper 27 tahun itu terbang ke Malaysia dengan niat untuk pergi liburan.

Tapi, alih-alih bisa pergi liburan, Atin justru mendapat tawaran yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Ia tiba-tiba ditawari menjadi asisten pelatih kiper di klub Malaysia, KL Rangers.

Penjaga gawang asal Jakarta itu tak berpikir lama, ia mengambil tawaran tersebut pada 24 Desember dan meyakinkan dirinya bahwa pengalaman panjangnya sebagai kiper bisa membantunya di KL Rangers.

"Ternyata mereka (lagi) nggak ada pelatih kipernya. Ditanyalah sama pelatih dan sama manajer aku kayak minta bantuan 'Atin bisa nggak untuk membantu melatih lah istilahnya'," cerita Atin kepada kumparanBOLANITA beberapa waktu lalu.

"Ya karena udah basic aku kan, aku bilang kayak, 'Ya udah bisa aku yakin,' gitu. Akhirnya mereka minta bantuan untuk melatih, ya udah akhirnya aku ke sana menjadi pelatih bukan menjadi pemain gitu," sambung kiper Timnas Wanita Indonesia periode 2021-2025 tersebut.

Pengalamannya menjadi asisten pelatih kiper dadakan di KL Rangers memicu Atin Rizky untuk bisa serius berkarier di profesi tersebut. Atin mengaku sangat tertarik untuk mengambil lisensi kepelatihan dan menjadi pelatih, tapi untuk sementara dirinya memprioritaskan jadi pemain selama masih fit.

Setelah kenyang bermain di lapangan, barulah Atin siap menapaki profesi baru menjadi pelatih. Ia punya keinginan menjadi pelatih lantaran menurutnya masih jarang ditemui pelatih kiper wanita di sepak bola wanita Indonesia. Atin ingin mengisi kekosongan tersebut.

"Tapi aku sudah mikirin sih kayaknya emang aku pengin ngambil lisensi untuk kiper karena sudah banyak bibit-bibit juga gitu kan. Jadi kayaknya aku ada rasa-rasa ingin melatih perempuan apalagi kan untuk melatih kiper perempuan tuh jarang, jarang banget,” kata Atin.

“Makanya aku nanti Insyaallah-lah next-nya aku pikirin matang-matang karena sudah ada planning juga emang pengin ngambil kursus pelatih kiper." tandas Atin.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNPB Ungkap 20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Berhasil Diidentifikasi
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Bella Hadid dan Adan Banuelos Putus Setelah Dua Tahun Pacaran
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Komisi X Minta BRIN Bantu Cari Korban Longsor Cisarua: Pakai Teknologi GPR
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Liga Champions: Nasib Napoli Ditentukan Chelsea, Arsenal Bisa Sapu Bersih
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Hogi Minaya vs Jambret, Ini Syarat Tindakan Bisa Dianggap Pembelaan Terpaksa
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.