Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memperoleh kedaulatan atas sebagian wilayah Greenland, khususnya kawasan tempat pangkalan militer AS berada. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Sabtu (24 Januari) juga melakukan pembicaraan via telepon dengan Trump untuk membahas penguatan keamanan di kawasan Arktik serta pentingnya terus mendukung Ukraina dalam mendorong tercapainya gencatan senjata.
EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kedaulatan atas sebagian wilayah Greenland, terutama area di pulau tersebut yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Menurut laporan, pada Jumat Trump menerima wawancara eksklusif dengan New York Post di Gedung Putih dan menyatakan bahwa Amerika Serikat “akan mendapatkan semua yang diinginkannya”, serta mengungkapkan bahwa negosiasi terkait hal tersebut sedang berlangsung.
Salah satu usulan yang saat ini sedang dibahas, meskipun belum mencapai target Amerika Serikat untuk sepenuhnya memiliki Greenland, akan memungkinkan AS memiliki “kedaulatan” atas pangkalan-pangkalan militernya di pulau tersebut, seperti Pangkalan Antariksa Pituffik.
Sumber yang mengetahui masalah ini mengkonfirmasi kepada New York Post bahwa pengaturan tersebut akan meniru model “wilayah pangkalan berdaulat” di Siprus, di mana pangkalan militer Inggris di sana dianggap sebagai wilayah kedaulatan Inggris.
Trump juga beberapa kali secara terbuka menyinggung isu Greenland selama kunjungannya ke Davos, Swiss, pekan ini. Setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump lebih lanjut menyatakan bahwa kedua pihak telah membangun sebuah “kerangka perjanjian” terkait isu tersebut.
Selain itu, dilaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Sabtu juga berbicara melalui telepon dengan Trump. Kedua pemimpin membahas pentingnya memperkuat keamanan di kawasan Arktik.
Mereka juga sepakat bahwa komunitas internasional harus terus mendukung Ukraina untuk mendorong proses gencatan senjata yang berkelanjutan, serta membantu Ukraina menghadapi serangan Rusia.
Laporan gabungan oleh reporter NTD Television, Yi Xin dan Zhang Ruiqi




