BMKG Sebut Sumber Gempa Bantul Berbeda dengan Gempa Pacitan

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

SLEMAN, KOMPAS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa dengan Magnitudo 4,5 yang berpusat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), disebabkan oleh aktivitas Sesar Opak. Sumber gempa ini berbeda dengan gempa M 5,7 di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang terjadi beberapa jam sebelumnya.

Berdasarkan data BMKG, gempa M 4,5 di Bantul terjadi pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.15 WIB. Pusat gempa ini berada di darat dengan jarak 16 kilometer (km) arah timur Bantul. Pusat gempa itu memiliki kedalaman 11 kilometer.

"Sumber gempa ini adalah di Sesar Opak dan dirasakan di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di DIY dengan intensitas maksimal adalah IV MMI (Modified Mercalli Intensity)," kata Kepala Stasiun Geofisika Sleman, DIY, Ardhianto Septiadhi, saat ditemui di kantornya, Selasa siang.

Ardhianto memaparkan, gempa M 4,5 itu kemudian diikuti dengan sejumlah gempa susulan. Hingga Selasa pukul 14.45 WIB, BMKG mencatat adanya 23 gempa susulan. Sejumlah gempa susulan tersebut memiliki Magnitudo 1-2.

"Artinya, gempa susulan ini (kekuatannya) meluruh atau magnitudonya lebih kecil," ujarnya.

Baca JugaSesar Opak Bergerak, DIY Diguncang Gempa M 4,5

Ardhianto menyatakan, sumber gempa M 4,5 yang berpusat di Bantul itu berbeda dengan gempa M 5,7 yang berpusat di Pacitan pada Selasa pukul 08.20 WIB. Hal ini karena gempa di Bantul dipicu oleh Sesar Opak, sedangkan gempa di Pacitan dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng.

"Gempa tersebut sumbernya beda. Kalau yang di Bantul ini kan (sumbernya) Sesar Opak, kalau yang di Pacitan itu kan aktivitas subduksi lempeng," ungkapnya.

Sesar Opak merupakan patahan yang berada di wilayah DIY, tepatnya di sekitar aliran Sungai Opak. Panjang jalur sesar ini mencapai 45 kilometer dan berada di sepanjang aliran Sungai Opak.

Selama ini, Sesar Opak memang kerap menyebabkan terjadinya gempa bumi. Sesar ini pernah menyebabkan terjadinya gempa dahsyat yang mengguncang Yogyakarta pada tahun 2006 dan menimbulkan banyak korban.

Baca JugaGempa Bumi M 5,7 Guncang Pacitan, BMKG Sebut akibat Deformasi Batuan

Ardhianto memaparkan, wilayah Indonesia memang memiliki banyak sumber gempa. Oleh karena itu, wajar jika kerap terjadi gempa bumi. "Hal yang wajar kalau kejadian gempa ini banyak karena memang kita tinggal di wilayah yang memiliki banyak sumber gempa," tuturnya.

Ardhianto mengimbau masyarakat tidak perlu panik dengan peristiwa gempa yang terjadi. Namun, masyarakat diminta melakukan mitigasi untuk mengantisipasi dampak gempa bumi.

Upaya mitigasi penting karena gempa bumi belum bisa diprediksi. "Sekali lagi, sampai saat ini, belum ada teknologi manapun yang bisa memprediksi," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo mengatakan, getaran gempa cukup terasa di wilayah tersebut. Warga awalnya kaget, tetapi tidak sampai menimbulkan kepanikan berlebihan.

BPBD Bantul pun telah meminta Forum Pengurangan Risiko Bencana yang berada di setiap kelurahan untuk melapor jika terjadi dampak dari gempa tersebut. ”Alhamdulillah, hingga saat ini kami sudah sebar informasi ke 75 kelurahan, belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa tadi,” kata Ribut.

Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Purwono. Wilayah Gunungkidul di timur Bantul juga berdekatan dengan pusat gempa tersebut. ”Sampai saat ini belum ada info dampak gempa yang baru saja terjadi,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Soroti Bencana Longsor Cisarua, Ajak Warga Jabar Gelar Salat Gaib untuk Para Korban
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Uni Emirat Arab Tak Izinkan Wilayahnya Dipakai untuk Serang Iran
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Toyota Perkuat Segmen HEV, Pemesanan Veloz Hybrid Tembus 4.000 Unit
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Sentimen Risk-off, Harga Bitcoin (BTC) Turun ke US$86.000
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Emas Antam Turun Rp 1.000, Jadi Rp 2.916.000 per Gram
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.