Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memaparkan data terjadinya bencana di sejumlah wilayah di Indonesia. Ia mengatakan sejak awal tahun sudah ada sebanyak 34 bencana terjadi.
“Hari ini aja ada 34 titik ya kejadian bencana,” ujar Gus Ipul saat hadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR pada Selasa (27/1).
Gus Ipul merincikan bencana tersebut paling banyak terjadi di Pulau Jawa. Meski begitu, ia tidak mendetilkan provinsi mana saja yang paling parah terjadi bencana.
“Ada 2 di Sumatera, empat di Kalimantan, 17 di Jawa, kemudian 3 di Bali dan Nusa Tenggara, ada 6 di Sulawesi, dan 2 titik di Maluku,” ujarnya.
Meski begitu, Gus Ipul menyebut, dari 34 bencana itu, bencana banjir paling banyak membuat warga terdampak.
“Banjir misalnya ada 110.000 lebih jiwa yang terdampak, banjir bandang ada 5.000 lebih jiwa yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor 380 jiwa yang terdampak, dan seterusnya dan seterusnya termasuk kebakaran, tanah longsor, tanah longsor dan angin puting beliung,” paparnya.
Sekjen PBNU itu mengatakan, tugas Kemensos dalam penanganan bencana adalah menyediakan logistik pascabencana dan membuat penampungan sementara.
“Nah ini atau juga menyediakan pengungsian. Bekerja sama dengan Dinsos setempat dan juga dengan TNI Polri di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana,” jelasnya.





