Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Kenaikan harga bahan pokok (sembako) menjelang bulan Ramadan kembali menjadi persoalan serius yang membebani masyarakat. Lonjakan harga cabai, bawang, minyak goreng, dan daging menekan daya beli warga dan mencerminkan lemahnya pengendalian distribusi serta pengawasan pasar.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Sarifah Suraidah, menegaskan pola kenaikan harga yang terjadi hampir setiap tahun menunjukkan adanya masalah struktural dalam tata niaga dan distribusi pangan nasional. Di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 27 Januari 2026, ia menyampaikan, pemerintah seharusnya mengantisipasi kondisi ini lebih awal agar masyarakat tidak panik.
“Ramadan seharusnya menjadi bulan yang menenangkan bagi masyarakat, bukan justru menghadirkan kekhawatiran akibat harga kebutuhan pokok yang melonjak. Jika ini terus berulang setiap tahun, berarti ada yang belum beres dalam sistem pengendalian harga pangan kita,” papar Sarifah, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa, 27 Januari 2026.
Berdasarkan laporan dari berbagai daerah, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan signifikan di akhir Januari ini. Harga cabai rawit melonjak dari sekitar Rp50.000 menjadi Rp100.000 per kilogram, bawang merah naik dari Rp38.000 menjadi Rp44.000 per kilogram, dan minyak goreng meningkat dari Rp15.000 menjadi Rp17.000 per liter. Kondisi ini berdampak langsung pada rumah tangga, terutama masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Sarifah menekankan kenaikan harga tidak bisa terus-menerus dibenarkan dengan alasan permintaan musiman. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, Bulog, dan BUMN pangan harus lebih proaktif memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta pengawasan harga di tingkat pedagang.
“Setiap tahun kita tahu Ramadan akan datang. Maka seharusnya antisipasi stok dan distribusi dilakukan jauh hari, bukan bersikap reaktif ketika harga sudah terlanjur melonjak,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Sarifah Suraidah – akrab disapa Bunda Harum – menekankan negara harus hadir melindungi daya beli masyarakat, terutama di momen keagamaan yang seharusnya dijalani dengan tenang dan khusyuk. Ia meminta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di sektor perdagangan dan pangan untuk memperkuat operasi pasar, memperbaiki rantai pasok, serta menindak praktik spekulasi harga.
“Kenaikan harga sembako yang terus berulang setiap Ramadan tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar. Ini harus menjadi prioritas bersama agar kesejahteraan rakyat benar-benar dirasakan,” pungkas legislator Golkar Dapil Kalimantan Timur ini.
Editor: Redaktur TVRINews



