Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hendra Lembong memaparkan pandangan BCA mengenai arah kebijakan moneter.
IDXChannel - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hendra Lembong memaparkan pandangan BCA mengenai arah kebijakan moneter. Khususnya, terkait suku bunga acuan atau BI Rate di sepanjang 2026.
Meski sebelumnya sempat memprediksi penurunan yang lebih dalam, BCA melakukan penyesuaian proyeksi seiring dinamika kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) yang tidak se-agresif perkiraan awal.
"Mengenai proyeksi BI Rate, di tahun ini kita memprediksi 1-2 kali (pemangkasan) untuk saat ini ya. Kalau Bapak-Ibu ingat tahun lalu kita proyeksikan 3 kali, tapi melihat situasi di US yang memang tidak se-agresif yang diperkirakan, kita juga prediksi penurunan. Pemangkasan suku bunga acuan itu antara 1-2 kali," kata Hendra dalam Virtual Press Conference Paparan Kinerja Sepanjang Tahun 2025 BCA, Selasa (27/1/2026).
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Edisi Januari 2026 memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga deposit facility tetap bertahan di 3,75 persen dan suku bunga lending facility tetap di 5,5 persen.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini konsisten untuk menjaga rupiah di tengah ketidakpastian global dengan memperkuat efektivitas transmisi moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi ke depan.
(NIA DEVIYANA)





