Penulis: Fityan
TVRINews- Washington DC
AS optimistis Hamas bersedia letakkan senjata demi pembangunan kembali Gaza.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan keyakinannya bahwa kelompok militan Hamas akan menyetujui proses perlucutan senjata sebagai bagian dari kesepakatan damai yang mencakup pemberian amnesti.
Langkah ini menjadi bagian krusial dari rencana strategis untuk merekonstruksi total wilayah Gaza.
Seorang pejabat senior AS, yang berbicara dalam kondisi anonim, mengungkapkan optimisme tersebut menyusul identifikasi jenazah sandera terakhir Israel, Ran Gvili, yang telah ditahan selama lebih dari 840 hari.
Pemulangan jenazah perwira polisi tersebut menandai titik balik penting dalam upaya diplomasi di kawasan tersebut.
Mekanisme Perlucutan dan Pengampunan
Gedung Putih meyakini bahwa proses disarmament atau pelucutan senjata tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya jaminan hukum bagi para anggota kelompok tersebut.
"Kami mendengar banyak dari pihak mereka berbicara tentang pelucutan senjata. Kami yakin mereka akan melakukannya," ujar pejabat tersebut kepada wartawan di Washington pada hari Senin.
"Jika mereka tidak melakukannya, maka mereka dianggap melanggar kesepakatan. Kami memandang perlucutan senjata ini berjalan beriringan dengan sejenis amnesti."
Hingga saat ini, Kedutaan Besar Israel di Washington belum memberikan komentar resmi mengenai kesediaan pemerintah Israel untuk menyetujui klausul pengampunan bagi anggota Hamas yang menyerahkan senjata mereka.
Ambisi "Board of Peace" Donald Trump
Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS mengusung 20 poin rencana perdamaian Gaza. Inti dari kebijakan ini adalah pembentukan Board of Peace (Dewan Perdamaian), sebuah badan yang diproyeksikan memiliki pengaruh besar dalam peta geopolitik global.
Seorang mantan pejabat AS mengatakan kepada Newsweek bahwa badan baru ini dirancang untuk melampaui birokrasi internasional yang ada.
"Secara teori, Dewan ini bisa menjadi badan yang lebih fleksibel, inovatif, dan menentukan dibandingkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," ungkap sumber tersebut.
Rencana Perdamaian:
• Amnesti Terukur: Anggota Hamas yang berkomitmen pada koeksistensi damai dan menyerahkan senjata akan diberikan pengampunan.
• Akses Jalur Aman: Bagi anggota yang memilih untuk meninggalkan Gaza, akan disediakan jalur aman menuju negara-negara penerima.
• Pembangunan Kembali: Proses rekonstruksi Gaza akan dimulai segera setelah seluruh sandera dikembalikan dan stabilitas keamanan terjamin.
Langkah ini disebut-sebut sebagai manuver kekuasaan paling ambisius dari pemerintahan Trump dalam upayanya menata ulang stabilitas di Timur Tengah melalui pendekatan diplomatik yang pragmatis.
Editor: Redaktur TVRINews




