GenPI.co - Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta masyarakat untuk tidak pernah mencoba mengonsumsi gas tertawa alias Whip Pink, yang ramai diperbincangkan dikaitkan dengan kematian seorang selebgram atau influencer Lula Lahfah.
Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan Whip Pink mengandung Dinitrogen Oksida (N2O).
Ini adalah zat yang bukan untuk konsumsi rekreasi dan berpotensi memicu dampak fatal hingga kematian.
“N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen,” tegas Suyudi, Selasa (27/1).
Zat ini dihirup atau dicicip terasa sedikit aroma dan rasa manis.
N2O dikenal sebagai “gas tertawa” karena bisa memicu euforia, rasa senang berlebihan, dan tawa tanpa sebab pada penggunanya.
Dia menyebut N2O sering disalahgunakan sebagai inhalan untuk mendapatkan efek euforia singkat, relaksasi, atau halusinasi ringan.
Suyudi menegaskan penyalahgunaan N2O untuk efek euforia sangat berbahaya.
Zat ini dapat menyebabkan kekurangan oksigen, kerusakan saraf, hingga kematian.
"Penyalahgunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen (hipoksia)," terang dia.
Maka dari itu, masyarakat diharapkan waspada dan memberikan edukasi kepada keluarga, dengan mengenali bentuk penyalahgunaannya.
Bentuk penyalahgunaan N2O, yang biasanya ditemukan dalam tabung kecil (cartridge), silinder gas, dan balon berisi gas yang dihirup.
Di sisi lain, pihaknya meminta para orang tua bisa mengawasi lingkungan pergaulan anak dan remaja serta melaporkan peredaran gelap N2O.
"Jika ada anggota keluarga yang terlibat, segera hubungi layanan konseling serta rehabilitasi BNN yang bersifat rahasia dan gratis," jelas Suyudi.(ant)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?





