FAJAR, LUWU TIMUR- Aksi mahasiswa, pemuda, dan masyarakat masih membara perbatasan Luwu Utara dan Luwu Timur di Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur.
Massa mulai menutup jalan nasional yang ada di Jembatan Lauwo. Namun penutupan jalan tidak full. Setiap sore massa melakukan demonstrasi di lokasi tersebut.
Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Luwu Timur, Akbar mengaku aksi ini bukan karena tuntutan elit politik yang ingin berkuasa.
“Kami turun ke jalan melakukan lockdown karena sudah tidak tahan dengan penderitaan rakyat selama ini,” kata Akbar di lokasi aksi.
Dia mendesak Pemerintah Pusat mencabut moratorium. Supaya Luwu Tengah bisa terbentuk dan Provinsi Tana Luwu terealisasi.
Perjuangan panjang masyarakat Tana Luwu.
Momen hari perlawanan rakyat Luwu menjadi keharusan. Jarak dari enam kecamatan di Walmas menuju Belopa sangat jauh. Begitu juga jarak dari Luwu Timur ke Makassar yang mencapai kurang lebih 500 kilometer hingga 600 kilometer. Lama perjalanan dari Luwu Timur ke Makassar mencapai kurang lebih 11 jam.
Pengurusan administrasi masyarakat yang ada diujung timur Sulawesi Selatan ini oleh Pemerintah Provinsi Sulsel selalu terhambat jarak.
“Kami ingin Provinsi Tana Luwu direalisasikan oleh pusat. Tolong buka mata melihat kondisi masyarakat,” tegas Akbar.(shd)




