Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Menteri Sosial Gus Ipul menyampaikan 34 bencana terjadi di Indonesia sepanjang Januari 2026, paling banyak di Jawa.
  • Kemensos fokus pada logistik dan penampungan sementara, bersinergi dengan daerah dan BNPB dalam penanganan darurat.
  • Lebih dari 110 ribu jiwa terdampak bencana, mencakup 14 provinsi dan 31 kabupaten kota pada Januari 2026.

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari 2026 Indonesia telah dilanda 34 titik kejadian bencana.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Gus Ipul merinci bahwa puluhan titik bencana tersebut tersebar di berbagai pulau besar di Indonesia, dengan Pulau Jawa mencatatkan jumlah kejadian tertinggi.

"34 titik kejadian bencana ya, yang terjadi sejak awal tahun yang lalu. Ini di luar yang akhir 2025, tapi ini yang 20... ah yang 2026. Hari-hari, hari ini aja ada 34 titik ya kejadian bencana. Ada 2 di Sumatera, empat di Kalimantan, 17 di Jawa, kemudian 3 di Bali dan Nusa Tenggara, ada 6 di Sulawesi, dan 2 titik di Maluku," ujar Gus Ipul.

Menyikapi situasi tersebut, Gus Ipul menjelaskan peran strategis Kementerian Sosial dalam penanganan darurat di lokasi bencana.

Ia menegaskan bahwa Kemensos fokus pada dua aspek utama, yakni pemenuhan logistik dan penyediaan tempat penampungan sementara.

"Total bantuan tentu kalau ada bencana tugasnya Kementerian Sosial di dua hal, satu logistik, dukungan logistik sesuai yang kami miliki, dan yang kedua adalah penyelenggaraan dapur umum atau shelter. Nah ini atau juga menyediakan pengungsian," jelasnya.

Dalam menjalankan tugas tersebut, Kemensos tidak bergerak sendiri, melainkan bersinergi dengan dinas sosial daerah serta aparat keamanan di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Bekerja sama dengan Dinsos setempat dan juga dengan TNI Polri di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Jadi Kementerian Sosial menjadi bagian dari tim besar di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana," imbuhnya.

Baca Juga: Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang

Gus Ipul juga memaparkan dampak sosial dari rangkaian bencana tersebut. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 110 ribu jiwa terdampak banjir, sementara ribuan lainnya menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor.

"Itu ada juga beberapa laporan-laporan di bawahnya, memuat keluarga yang terdampak. Banjir misalnya ada 110.000 lebih jiwa yang terdampak, banjir bandang ada 5.000 lebih jiwa yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor 380 jiwa yang terdampak, dan seterusnya dan seterusnya termasuk kebakaran, tanah longsor, tanah longsor, dan angin puting beliung," paparnya.

Secara keseluruhan, sebaran wilayah terdampak bencana pada bulan pertama tahun 2026 ini mencakup area yang cukup luas.

"Daerah yang terdampak pada Januari 2026 ada 14 provinsi, 31 kabupaten kota," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jaga Kredibilitas Fiskal, Purbaya Bakal Bedah dan Evaluasi Anggaran MBG
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Barcelona vs Copenhagen: Hansi Flick Ingin Blaugrana Menang di Laga Terakhir Liga Champions
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Camat di Medan Habiskan Rp 1,2 Miliar Kartu Kredit Pemda untuk Judi Online
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Kisah Pilu Lain Tukang Es Gabus: 3 Anaknya Tak Sekolah, Rumah pun Jebol
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.