FAJAR, MAKASSAR – Langkah strategis diambil oleh SIT Darul Fikri (Dafi) School Makassar dalam memperkuat budaya inovasi di lingkungan pendidikan.
Salah satunya yakni melakukan audiensi terkait pengembangan kurikulum riset dan penguatan talenta muda.
Delegasi Dafi School menyambangi Kantor Pusat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung BJ Habibie, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Selasa, 27 Januari.
Delegasi Dafi School yang dipimpin oleh Direktur Pendidikan, Khalqi Abbas Manggala, didampingi penanggung jawab riset, Mabrur dan Alwi, diterima langsung di ruang Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Direktur Pendidikan Dafi School, Khalqi Abbas Manggala mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut, upaya nyata Dafi School dalam mencetak generasi emas yang kritis dan solutif.
Melalui bimbingan langsung dari BRIN kata dia, diharapkan standar riset di sekolah dapat meningkat secara signifikan.
”Kami ingin memastikan bahwa semangat riset tidak hanya dimulai di perguruan tinggi, tetapi sudah tertanam sejak usia sekolah. Dukungan BRIN adalah energi besar bagi kami untuk terus berinovasi,” pungkas Khalqi.
Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari mengatakan Agenda terdekat yang menjadi sorotan adalah perhelatan Expo Riset 2026 yang akan digelar oleh Dafi School pada Februari mendatang.
Pihak BRIN kata dia, siap memberikan dukungan penuh terhadap ajang tersebut. Pihak BRIN berkomitmen untuk hadir dan menjadi pemateri dalam Seminar Riset Nasional.
“Ini katanya yang dijadwalkan pada 11 Februari 2026 di Auditorium Bata Ilyas,” ujarnya.
Fokus Utama dalam hal tersebut, Kurikulum dan SDM Berbasis Riset. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan visi dalam memajukan riset di level sekolah menengah.
Kolaborasi dalam pengembangan kurikulum dan pedoman pembelajaran riset yang telah disusun oleh tim riset pusat Dafi School agar sesuai dengan standar nasional.
Program peningkatan kompetensi SDM pendidik di Dafi School agar lebih mahir dalam membimbing siswa melakukan penelitian yang berkualitas.
Kedua pihak sepakat untuk bersinergi menyukseskan program STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan riset sebagai bagian tak terpisahkan dari napas pendidikan di Indonesia. (wis)





