Imam Jazuli dan Asep Saifuddin Bertemu Jelang Muktamar NU ke-35

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Ketua Umum PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH. Asep Saifuddin Chalim bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (Bima) KH. Imam Jazuli di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (25/1) kemarin. Pertemuan tersebut dihadiri ratusan kader Pergunu Jawa Barat dan membahas arah penguatan Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar ke-35.

Ketua Pergunu Kabupaten Cirebon, Dasuki, mengatakan pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia itu menjadi forum silaturahmi sekaligus konsolidasi gagasan terkait penguatan sumber daya manusia NU melalui jalur pendidikan.

“Pertemuan ini mempertemukan dua tokoh NU yang sama-sama memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan pesantren dan pendidikan kader,” ujar Dasuki dalam keterangannya, Selasa (27/1).

Menurut Dasuki, pertemuan tersebut juga berlangsung di tengah munculnya hasil polling SukaTV yang menempatkan nama KH. Imam Jazuli dan Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim sebagai pasangan dengan tingkat dukungan tertinggi dari responden Nahdliyin. Ia menyebut hasil polling tersebut mencerminkan aspirasi warga NU terhadap kepemimpinan berbasis kinerja pendidikan dan kemandirian pesantren.

Dasuki menjelaskan, kedua tokoh memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya transformasi sumber daya manusia NU agar mampu berperan di berbagai sektor strategis. Hal tersebut, kata dia, telah diterapkan melalui pengelolaan pesantren masing-masing.

Asep Saifuddin Chalim dikenal melalui Pesantren Amanatul Ummah yang mengembangkan sistem pendidikan berorientasi prestasi akademik, termasuk mendorong santri melanjutkan studi ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Sementara itu, Imam Jazuli mengembangkan Pesantren Bina Insan Mulia dengan program pengiriman alumni ke berbagai negara setiap tahun.

Dalam sambutannya di hadapan kader Pergunu, Imam Jazuli menyampaikan pandangannya terkait peran NU ke depan.

“Saatnya NU tidak cukup hanya ngurusi orang meninggal, mulai dari talqin, 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, hingga haul. Itu penting, tapi yang mendesak adalah ngurusi yang masih hidup,” ujar KH. Imam Jazuli.

Ia menegaskan perlunya penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan ekonomi warga, serta pengembangan pola pikir yang adaptif terhadap perkembangan zaman dengan tetap berlandaskan nilai pesantren.

Dasuki menyebut, baik KH. Imam Jazuli maupun Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim sepakat bahwa pendidikan menjadi instrumen utama dalam kaderisasi NU. Keduanya mendorong lahirnya kader yang memiliki kapasitas keagamaan sekaligus penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, pertemuan di Cirebon juga memperkuat kerja sama antara basis NU di Jawa Barat dan Jawa Timur. Ia menilai kolaborasi tersebut mencerminkan kekuatan kultural NU dari dua wilayah dengan basis pesantren terbesar di Indonesia.

“Pertemuan ini memperlihatkan kesinambungan antara aspek intelektual, spiritual, dan manajerial dalam pengelolaan organisasi dan pendidikan,” kata Dasuki.

Ia menambahkan, pembahasan dalam pertemuan tersebut juga menyinggung kesiapan NU menghadapi tantangan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, khususnya melalui penyiapan kader di bidang pendidikan, kesehatan, diplomasi, dan sains.

Dasuki menilai, dukungan publik terhadap figur yang memiliki rekam jejak pengelolaan lembaga pendidikan dan kemandirian ekonomi pesantren menjadi salah satu faktor yang mengemuka menjelang Muktamar ke-35 NU.

“Model kepemimpinan yang diharapkan warga NU adalah kepemimpinan yang dibangun dari kerja nyata dan pengabdian jangka panjang di pesantren dan pendidikan,” ujarnya.

Pertemuan KH. Imam Jazuli dan Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim di Cirebon tersebut menjadi bagian dari rangkaian komunikasi dan konsolidasi internal NU menjelang Muktamar ke-35, yang dijadwalkan akan menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemkab Takalar Raih Penghargaan UHC Awards 2026 Tingkat Nasional dari Presiden RI
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Jalani Umrah untuk Pertama Kali, Marcell Darwin Akui Perasaannya Campur Aduk
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Sidang Lanjutan Bos Mecimapro Fansisca Dwi Melani, Saksi Ahli Sampaikan Keterangan dalam Sidang di PN Jakarta Selatan
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Korupsi Jual Beli Jabatan Sadewo, KPK Bergantian Periksa Kades di Pati
• 13 menit laluliputan6.com
thumb
Ketika Teguran Rokok Berujung Amuk Pasutri dan Sebut Nama Polisi
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.