YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.15 WIB.
Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut berpusat di lokasi darat pada jarak 16 kilometer pada kedalaman 11 kilometer.
Gempa bumi tersebut juga dirasakan di Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Klaten dengan skala intensitas III. Sementara itu, wilayah Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang dengan skala intensitas II.
Gempa Disebabkan Sesar Opak
BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Opak. Apa Itu Sesar Opak?
Baca Juga: BMKG Ungkap Gempa Bantul Magnitudo 4,5 Akibat Aktivitas Sesar Opak
Sesar Opak merupakan salah satu struktur geologi aktif yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mengutip laman resmi BMKG, Sesar Opak terletak di sekitar aliran Sungai Opak dan membentang dari wilayah Prambanan hingga kawasan pesisir selatan DIY.
Secara geografis, zona sesar ini mengikuti alur Sungai Opak dengan panjang sekitar 2,5 kilometer. Jalurnya dimulai dari kawasan Prambanan, Kabupaten Sleman, lalu memanjang ke arah selatan hingga berakhir di wilayah barat Parangtritis, tepatnya di sekitar Pantai Depok, Kabupaten Bantul.
BMKG mencatat, arah Sesar Opak berorientasi timur laut-barat daya dengan jurus sekitar Utara 235 derajat dan Timur 80 derajat.
Pergerakan sesar ini ditandai dengan pergeseran blok batuan, di mana blok bagian timur bergerak ke arah utara, sementara blok batuan di sisi barat bergeser ke arah selatan.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Gempa jogja
- Sesar opak
- Sesar
- Gempa





