Wamenlu Sebut Teknokrat Palestina Dilibatkan dalam Dewan Perdamaian

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno menegaskan Palestina dilibatkan dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Dia menyebut teknokrat dari Palestina hadir saat pembukaan BoP.

"Ada kan, lho kan ada, teknokrat-teknokrat kan ada kan. Executive boardnya kan ada para teknokrat pada saat pembukaan di Davos, ingat nggak? Cek lagi deh. Jadi ada orang Palestina yang bicara, itu teknokrat dari Palestina, mereka yang akan menjadi orang yang melaksanakan beberapa programnya nanti," kata Arif di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: HNW Ingatkan Partisipasi RI dalam Dewan Perdamaian Harus Taat Konstitusi

Arif menegaskan mereka mewakili otoritas dari Palestina. Havas juga menyebut, sebelum Indonesia menyatakan bergabung dalam BoP, pembahasan mengenai klausul tersebut sudah lama.

"Ya otoritas Palestina. Dia teknokrat dari otoritas Palestina," sebutnya.

Arif juga menjawab apakah BoP menyanggupi mandat dari Dewan Kemanana PBB yang sudah ada. Dirinya mengatakan selama ini DK PBB tidak bisa berbuat banyak.

"Selama ini Dewan Keamanan PBB kan nggak ngapa-ngapain. DK PBB dibentuk tahun berapa? Empat lima kan? So what have they done since 1945? Ini kan real kan, jadi kita coba dulu," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyebut iuran di BoP akan digunakan salah satunya untuk rekonstruksi di Gaza, Palestina. Sugiono menyebut Indonesia memutuskan berpartisipasi.

"Presiden memutuskan untuk ikut partisipasi. Jadi gini, ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya, bahwa menentukan Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza, pada khususnya Palestina, termasuk upaya rekonstruksi," kata Sugino di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/1).

Baca juga: RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Komisi I DPR: Tidak untuk Ikut Tempur

Untuk itu, para anggota Dewan Perdamaian diminta berpartisipasi dalam biaya rekonstruksi tersebut. Jika membayar iuran, keuntungannya adalah menjadi anggota tetap.

"Terus rekonstruksi ini siapa yang bayar? Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ," ucap dia.

"Yang tentu saja, ada keuntungan lain, yaitu merupakan anggota tetap," tambahnya.

Sugiono menuturkan memang tidak ada kewajiban negara yang ikut Dewan Perdamaian membayar iuran. Dewan Perdamaian terbentuk untuk menciptakan perdamaian di Palestina.

"Karena Board of Peace ini sendiri lahir dari upaya untuk menciptakan perdamaian di Gaza dan Palestina," sebutnya.




(ial/dek)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saat Kapolri Jelaskan soal Posisi Polri di Bawah Presiden
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Skema Alih Utang Tambah Opsi Pendanaan Konservasi di Indonesia
• 43 menit lalukatadata.co.id
thumb
Jawa Barat Status Awas, BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 27-29 Januari 2026
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
DPR Tetapkan 9 Anggota Ombudsman RI Periode 2026–2031, Ini Susunannya
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Mensos: 34 Bencana Terjadi pada Awal 2026, 110 Ribu Lebih Warga Terdampak
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.