Indonesia–India Dorong Integrasi Keuangan dan Perdagangan di Tengah Ketidakpastian Global

realita.co
18 jam lalu
Cover Berita

SURABAYA (Realita)- Indonesia dan India mempercepat penguatan kemitraan ekonomi dengan menitikberatkan pada integrasi sistem keuangan, perdagangan, dan investasi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Kedua negara memandang kolaborasi ini sebagai strategi menjaga stabilitas pertumbuhan dan memperkuat posisi Global Selatan.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyebut hubungan Indonesia–India memiliki bobot strategis karena melibatkan dua negara dengan populasi terbesar pertama dan keempat dunia. Menurut dia, kebijakan ekonomi yang diambil kedua negara akan berimplikasi luas terhadap rantai pasok dan arsitektur ekonomi global.

Baca juga: Pria Lompat dari Lantai 5 Tunjungan Plaza, Polisi: Diduga Motif Ekonomi

“Dalam situasi persaingan geopolitik yang kian tajam, kemitraan ekonomi India dan Indonesia menjadi semakin relevan,” kata Sandeep dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Januari 2026.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah integrasi sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan. India dan Indonesia menargetkan penyambungan sistem pembayaran digital Unified Payments Interface (UPI) dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 2026.

Integrasi ini diharapkan menurunkan biaya transaksi lintas negara dan mendorong perdagangan serta pariwisata bilateral. Selain itu, kedua negara juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan serta membuka peluang kolaborasi pasar modal. Langkah ini dipandang sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat di tengah volatilitas nilai tukar global.

Baca juga: Pedagang di Lamongan Mengaku Ekonomi Lebih Sulit Dibanding saat Pandemi

Dari sisi perdagangan, India menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan revisi Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN–India (AITIGA). Revisi ini dinilai penting untuk meningkatkan akses pasar, menyeimbangkan neraca perdagangan, serta memperkuat integrasi rantai pasok antara India dan Asia Tenggara. India juga membuka peluang pembahasan perjanjian perdagangan bilateral dengan Indonesia.

Kerja sama investasi turut menjadi sorotan. Sejumlah perusahaan farmasi India menyatakan kesiapan membangun fasilitas produksi di Indonesia, sejalan dengan agenda hilirisasi dan penguatan industri kesehatan nasional. Di sektor layanan kesehatan, kemitraan Rumah Sakit Apollo India dan Mayapada diproyeksikan dapat menekan devisa keluar akibat pengobatan ke luar negeri.

Sandeep juga menyinggung bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS pada Januari 2025 sebagai langkah strategis memperluas akses Indonesia ke sumber pembiayaan dan kerja sama global. India, yang akan memegang keketuaan BRICS pada 2026, menyatakan kesiapan menyambut Indonesia dalam agenda penguatan ketahanan ekonomi, inovasi, dan keberlanjutan.

Baca juga: Berdayakan Warga Miskin, Satpol PP Surabaya Resmikan Rumah Padat Karya Pangkas Rambut S34

“India dan Indonesia memiliki kepentingan bersama untuk membangun arsitektur ekonomi yang lebih inklusif dan multipolar,” ujar Sandeep.

Menurut dia, penguatan kerja sama ekonomi bilateral akan menjadi fondasi bagi pencapaian visi Indonesia Emas 2045 dan India Maju 2047 di tengah dinamika global yang semakin kompleks.yudhi

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jelang Napoli vs Chelsea, 2 Suporter The Blues Jadi Korban Penikaman
• 56 menit lalugenpi.co
thumb
Permintaan Maaf Aparat Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons Tanpa Verifikasi
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Bos OJK Harap Koordinasi Kian Erat usai DPR Tetapkan Thomas Djiwandono
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
ProDem: Polri di Bawah Presiden Mandat UUD, Harus Independen
• 4 jam laluidntimes.com
thumb
Kereta Penumpang Jadi Sasaran, Serangan Rusia di Ukraina Tewaskan 12 Orang
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.