Kemenkes Wanti-wanti Penyakit Leptospirosis Muncul saat Banjir

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Saat banjir, terdapat dampak buruk penyakit yang bisa menjangkit masyarakat, salah satunya leptospirosis. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun mengantisipasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengatakan pihaknya sedang mengecek adanya kasus penyakit leptospirosis yang ditimbulkan dari banjir baru-baru ini. Dia menjelaskan penyakit leptospirosis memang berkembang biak di air, berasal dari urin tikus.

“Ini [leptospirosis] bisa mematikan juga. Tapi memang bisa kita cegah. Misalnya jika tidak langsung berhubungan dengan air banjir, kalau memungkinkan. Kemudian juga menggunakan alas kaki. Untuk menghindari penularan langsung dari urin,” kata Aji usai peresmian Primaya Hospital Kelapa Gading pada Selasa (27/1/2026).

Dia juga menjelaskan dampak dari penyakit leptospirosis bisa fatal jika tidak segera ditangani, apalagi mengalami gejala berat. Sementara, gejala yang ditimbulkan dari penyakit leptospirosis menurutnya demam hingga nyeri-nyeri badan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengantisipasi dampak kesehatan dari banjir yang terjadi baru-baru ini.

“Kasus penyakit dari kencing tikus itu belum ada. Kalau ada [kasus], kami lakukan tindakan preventif atau mencegah, dan kami siap,” ujar Pramono.

Baca Juga

  • Cegah Banjir Kiriman, Modifikasi Cuaca DKI Meluas ke Wilayah Penyangga
  • Pemprov DKI Gratiskan Layanan Kesehatan bagi Korban Banjir, Siapkan Anggaran Rp3,64 Triliun
  • Jakarta Siapkan Rp3,64 Triliun Atasi Banjir 2026, Ini Rencana Pramono

Saat hujan lebat dan banjir datang, memang terdapat dampak buruk penyakit yang bisa menjangkit masyarakat, salah satunya adalah leptospirosis. Dilansir dari laman resmi Kemenkes, salah satu penyakit penyerta banjir yang jarang diketahui oleh masyarakat adalah penyakit leptospirosis. 

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus berupa bakteri yang masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur. 

Pada penderita yang parah, leptospirosis dapat menyebabkan kematian. Pasalnya penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri yang dapat menimbulkan berbagai gejala seperti demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepala, dan nyeri otot betis.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BCA Prediksi BI Turunkan Suku Bunga Acuan 1-2 Kali pada Tahun 2026
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa M 5,5 Guncang Pacitan, 5 Perjalanan Kereta Api Setop Sementara
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Tata Kelola Distribusi Energi
• 2 jam laluterkini.id
thumb
Daftar Mobil Baru yang Meluncur di IIMS 2026
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
7 Fakta Nyesek Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat
• 1 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.