Volatilitas Global Meningkat, KSSK Perkuat Asesmen dan Mitigasi Risiko

mediaindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita

KOMITE Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan akan memperkuat asesmen dan langkah mitigasi risiko seiring meningkatnya volatilitas pasar keuangan global pada awal 2026. 

Hasil asesmen KSSK menunjukkan stabilitas sistem keuangan nasional hingga triwulan IV 2025 tetap terjaga, ditopang oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang kuat antar otoritas.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Baca juga : Stabilitas Sistem Keuangan Nasional Terjaga di Triwulan III 2025

"KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking terhadap kondisi perekonomian dan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (27/1).

Perekonomian dunia dikatakan masih menghadapi tantangan dengan ketidakpastian yang meningkat. Purbaya mengatakan dinamika ekonomi pada triwulan IV 2025 masih dipengaruhi oleh ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok, serta penurunan suku bunga The Fed yang lebih agresif. 

Perlambatan aktivitas ekonomi AS dan pelemahan pasar tenaga kerja mendorong Bank Sentral AS The Fed memangkas suku bunga fed funds rate sebesar 50 basis poin pada triwulan IV 2025 ke kisaran 3,50% sampai 3,75%. 

Baca juga : OJK: Intermediasi Perbankan Terjaga, Kredit Tumbuh 9,6%

"Pemangkasan lanjutan diharapkan dapat menopang pemulihan ekonomi dan meningkatkan arus modal ke emerging markets," kata Bendahara Negara itu.

Pada tahun ini, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi dunia masih akan dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif impor AS dan kerentanan rantai pasok global, meskipun prospek ekonomi AS membaik didorong investasi di sektor teknologi, dan stimulus fiskal berupa pengurangan pajak. 

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India pada 2026 diperkirakan melambat akibat lemahnya permintaan domestik dan ekspor. 

Purbaya menyebut ketidakpastian pasar uang global juga meningkat, terutama dipicu oleh ketegangan perang dagang serta meluasnya eskalasi tensi geopolitik. 

Di internal, pertumbuhan ekonomi Indonesia dikatakan tetap kuat dan mampu menjaga momentum pertumbuhan ke depan. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diperkirakan lebih tinggi, ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi yang didukung oleh stimulus dari kebijakan fiskal dan moneter. (E-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kata Pengamat: Thomas Djiwandono Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Indonesia
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Racik Petasan dari Toko Online, Pria di Boyolali Jadi Korban Ledakan hingga Rumah Rusak Parah
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Periksa Eks Pejabat Kemenag hingga Staf Asrama Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Gojek Pastikan Pemberian BHR 2026 bagi Mitra Pengemudi, Skema Sedang Digodok
• 2 jam lalumatamata.com
thumb
Setelah penangkapan Zhang Youxia, Muncul Laporan tentang Pergerakan Militer yang Tak Lazim, Analisis Khawatirkan Kemungkinan Perang Saudara 
• 3 menit laluerabaru.net
Berhasil disimpan.