CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Otoritas Zionis Israel menegaskan tidak akan mengizinkan jurnalis asing memasuki Jalur Gaza, meskipun penyeberangan perbatasan Rafah antara Mesir dan Gaza kembali dibuka.
00Sikap tersebut disampaikan dalam persidangan terkait petisi yang diajukan Asosiasi Pers Asing di Israel (Foreign Press Association/FPA).
Dalam sidang tersebut, para hakim memutuskan untuk menunda putusan atas gugatan FPA yang menuntut agar awak media internasional diberikan akses ke wilayah Gaza. Penundaan ini kembali memperpanjang ketidakpastian bagi ratusan jurnalis yang ingin meliput langsung kondisi di lapangan.
Surat kabar Haaretz melaporkan bahwa perwakilan otoritas Israel telah menyampaikan kepada Mahkamah Agung—lembaga peradilan tertinggi di negara itu—bahwa jurnalis asing tetap tidak akan diperbolehkan memasuki Gaza. Alasan yang dikemukakan adalah pertimbangan risiko keamanan.
Pengadilan pada Senin membahas petisi yang diajukan FPA, organisasi yang secara konsisten menyerukan agar pembatasan terhadap media internasional dicabut dan jurnalis diizinkan meliput langsung dari Jalur Gaza.
Petisi tersebut sebenarnya telah diajukan hampir satu setengah tahun lalu. Namun, selama periode tersebut, pengadilan berulang kali mengabulkan permintaan otoritas Israel untuk menunda pengambilan keputusan.
InĶ merupakan petisi kedua yang diajukan terkait izin masuk jurnalis ke Gaza. Petisi pertama sebelumnya telah ditolak tak lama setelah perang dimulai, sebagaimana dilaporkan sumber yang sama.
“Dua tahun setelah perang meletus, 16 bulan setelah petisi diajukan, dan tiga bulan setelah perubahan mendasar dalam situasi di Jalur Gaza, otoritas belum mengubah posisinya selama periode ini, dan pembatasan komprehensif tetap berlaku,” ujar pengacara Gilad Sher, yang mewakili FPA.
Sher menambahkan bahwa para pemohon mewakili sekitar 400 jurnalis dari lebih dari 130 media di sekitar 30 negara. Media-media tersebut menyiarkan dalam sekitar 10 bahasa dan menjangkau ratusan juta hingga miliaran audiens di seluruh dunia.
Sebelumnya Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu setuju membuka kembali perbatasan Rafaìh yang menghubungkan Mesir dan Jalur Gaza, Palestina.
Sumber: WAFA - ANTARA



