Jakarta, VIVA – Saklar motor sering dianggap komponen kecil yang tidak penting. Namun, ketika saklar tiba-tiba mati atau tidak merespons, masalah ini bisa membuat pengendara kesulitan, terutama saat berada di jalan.
Saklar yang berada di setang motor mengontrol berbagai fungsi penting seperti lampu sein, klakson, dan starter elektrik. Jadi, ketika saklar bermasalah, keselamatan dan kenyamanan berkendara bisa terganggu.
- YouTube
Masalah saklar yang mendadak mati umumnya terjadi karena beberapa faktor, mulai dari kotoran, karat, hingga kerusakan komponen internal. Kondisi ini sering dialami oleh motor yang digunakan setiap hari, terutama saat sering melintas di jalan berdebu atau sering terkena hujan.
Penyebab Saklar Motor Mati Mendadak
1. Debu dan Kotoran Menumpuk
Saklar motor berada di area yang mudah terkena debu, pasir, dan air. Debu yang menumpuk di dalam saklar dapat mengganggu kontak listrik, membuat tombol terasa berat atau tidak merespons. Jika tidak dibersihkan, kotoran bisa menyumbat dan membuat saklar mati total.
2. Komponen Internal Aus
Seiring pemakaian, komponen kecil di dalam saklar seperti pegas atau plat kontak bisa aus. Gejalanya biasanya tombol terasa longgar, tidak kembali ke posisi semula, atau terasa tidak “klik” saat ditekan. Kerusakan ini biasanya terjadi pada motor yang sudah berumur atau sering digunakan.
3. Kontak Saklar Berkarat
Motor yang sering dipakai di musim hujan atau disimpan di tempat lembap berisiko mengalami korosi. Karat pada bagian kontak saklar dapat menghambat aliran listrik. Meski saklar terlihat normal dari luar, fungsi listriknya bisa terganggu.
4. Kabel Putus atau Longgar
Masalah tidak selalu berasal dari saklar. Kabel yang menghubungkan saklar ke sistem kelistrikan bisa putus, longgar, atau korslet. Penyebabnya bisa karena usia kabel, pemasangan aksesori tambahan yang tidak rapi, atau gangguan luar seperti hewan pengerat.
5. Modifikasi Kelistrikan yang Tidak Sesuai
Penggantian komponen aftermarket atau pemasangan aksesori tambahan tanpa penyesuaian yang tepat dapat membuat arus listrik tidak stabil. Hal ini bisa membuat saklar cepat rusak atau bahkan memicu gangguan pada sistem kelistrikan lainnya.



