Ini 4 Isu Panas F1 2026: Kutukan Rekan Verstappen Hingga Sinyal Positif Hamilton Buat Ferrari

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Ajang jet darat Formula 1 (F1) memasuki sesi tes pengujian awal (shakedown) mobil balap dari setiap tim, berlangsung di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol hingga 31 Januari 2026 nanti. 

Sesi shakedown bukan hanya menandakan F1 musim 2026 segera dimulai, melainkan turut menjadi pemicu ingatan para fan soal ambisi, dendam, penebusan, hingga kejutan yang dibawa oleh para pembalap maupun pabrikan.

Sekelumit bocoran jawaban dari isu-isu panas yang ingin dituntaskan para bintang ajang berjulukan The Pinnacle of Motorsport alias puncaknya balapan itu pun sekilas mulai mengemuka, sebelum ada jawaban pastinya di sepanjang musim nanti. 

Bagi yang lupa atau urung mengikuti F1 pada beberapa musim terbaru, berikut Bisnis rangkum beberapa isu panas yang akan mengemuka jelang musim F1 2026:

- Kutukan Rekan Max Verstappen 

Kursi pembalap nomor dua Oracle Red Bull Racing alias rekan setim pemegang empat trofi juara dunia F1, Max Verstappen, sampai sekarang masih dianggap seperti tempat duduk terkutuk. 

Baca Juga

  • Daftar Pemasok Bensin Mobil F1 Musim 2026, dari Shell Hingga Petronas
  • Mesin Hybrid F1 2026 Bikin Strategi Makin Rumit Tapi Seru, Ini Penjelasannya
  • Daftar Pemenang Kejuaraan Pembalap F1 Sejak 1950, Siapa Paling Mendominasi?

Pasalnya, belum ada lagi rekan setim Max yang bisa menjadi juara seri sejak Sergio Perez, dengan kemenangan terakhirnya bersama Banteng Merah terjadi di sirkuit jalan raya Kota Baku, Azerbaijan musim 2023.

Bahkan, sekalipun Perez berhasil menang di kursi panas tersebut dengan mengalahkan Max, itu pun hanya sanggup 5 kali dalam 4 tahun kariernya berseragam Red Bull. 

Sebelum Perez, pembalap yang kini berseragam Atlassian Williams F1, Alex Albon pun mentok hanya punya catatan 2 podium, saat menghabiskan dua musim menjadi rekan setim Max era 2019–2020.

Lainnya, kursi panas Red Bull juga sudah sempat diisi Pierre Gasly, Yuki Tsunoda, dan Liam Lawson. Ketiganya gagal menjawab ekspektasi, sehingga kini giliran pembalap muda Prancis, Isack Hadjar diminta menjajal kebolehannya bersaing sebagai rekan setim Max.

Sebelumnya, bakat adaptasi Max Verstappen untuk mengendarai mobil asal kencang walaupun tak nyaman, merupakan faktor utama yang membuat setiap rekan setimnya kesulitan.

Terlebih, sebagai pembalap utama, suara dan tuntutan Max soal arah pengembangan mobil tentu lebih didengar oleh tim. Kemampuannya beradaptasi pun menambah beban bagi setiap rekannya, sebab Max seakan selalu bisa memaksimalkan mobil dalam limit performa tertinggi.

Jadi jangan heran apabila sering melihat tren mobil Red Bull semakin cepat seiring berjalannya musim, tapi lebih liar, sering keluar trek, banyak kecelakaan, atau secara umum sulit dikendarai.

- Bahaya Generasi Muda McLaren dan Mercedes 

Musim F1 2025 menjadi pembuktian para pembalap muda mampu bersaing dengan seniornya. Paling kentara, tentu pembalap McLaren Mastercard F1 Team, Oscar Piastri yang mengunci peringkat ke-3 klasemen akhir pembalap.

Bahkan, meskipun baru menjalani tahun ketiga berkarier di F1, Oscar terbilang konsisten mengimbangi Max Verstappen dan rekan setimnya yang akhirnya menjadi juara dunia F1 musim lalu, Lando Norris. 

Pembalap asal Australia itu mencetak 7 kali juara seri dan 16 kali podium. Hanya beda tipis dengan Norris yang menjadi juara dunia dengan bekal 7 kali juara seri dan 18 kali podium.

Tak heran, Oscar menjadi pembalap muda paling dinantikan untuk bersinar musim ini, terutama untuk mengalahkan seniornya. 

Terlebih, banyak penggemar yang menganggap Norris bisa juara dunia hanya karena menjadi 'anak emas' McLaren dan diuntungkan karena mendapat bantuan team order pada beberapa seri balapan.

Senasib dengan Norris, rekan seangkatannya yang juga asal Britania Raya, George Russell juga harus waspada dengan rekan setimnya di Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, Kimi Antonelli.

Pasalnya, pembalap muda asal Italia yang baru debut itu sukses menyajikan performa impresif dengan tiga kali podium, bahkan mengalahkan posisi Russell dalam beberapa seri.

Antara lain, seri F1 Meksiko, Brasil, dan Qatar. Prestasi ini terbilang apik, menilik usia Kimi kini baru menginjak 19 tahun.

- Menanti Kebangkitan Lewis Hamilton di Ferrari 

Tujuh kali juara dunia F1 yang kini menjalani tahun keduanya bersama Scuderia Ferrari HP, Lewis Hamilton sedang mencoba bangkit di usianya yang kini menyentuh kepala empat.

Terlebih, selama satu dekade Lewis berkarier di F1, musim 2025 merupakan pertama kalinya pria asal Inggris itu menjalani setahun berjalan tanpa satu pun meraih podium.

Lewis paling banter hanya meraih posisi ke-4 dalam beberapa seri, antara lain F1 Italia, Austria, Inggris, dan Amerika Serikat. Paket mobil Ferrari yang kurang kompetitif tak bisa jadi alasan, sebab rekan setimnya, Charles Leclerc tetap bisa mencetak 7 kali podium. 

Terkini, Lewis mengaku lebih segar menatap musim 2026, serta mengaku lebih tertantang untuk mencoba kompetitif di usianya yang tak lagi muda.

"Kalau kalian memperhatikan saya beberapa tahun belakangan, jarang saya merasa bersemangat di awal musim. Tahun ini saya sangat bersemangat memulai awal baru. Banyak kerja keras yang dilakukan tim, jadi saya mengambil energi positif itu untuk berjalan ke depan," ungkapnya dalam wawancara di laman resmi F1 beberapa waktu lalu.

- Tim Elite Aston Martin Akan Bersinar?

Salah satu tim papan tengah yang sedang menjadi sorotan adalah Aston Martin Aramco yang mulai musim ini dikepalai oleh montir jenius Adrian Newey, serta banyak membajak nama-nama kru belakang layar elite dari tim-tim kompetitor. 

Alhasil, dengan hadirnya perancang mobil balap legendaris, dibantu tim elite yang mendukungnya, muncul potensi bahwa Aston Martin akan keluar dari status tim medioker mulai musim ini.

Sekadar info, desain-desain mobil balap Newey tercatat mempersembahkan gelar juara pembalap hingga 14 kali dan gelar juara dunia konstruktor hingga 12 kali.

Kejeniusan pria yang kerap dijuluki 'orang yang bisa melihat angin' itu mulai terlihat sejak awal kariernya, terutama berhasil membuat mobil yang sebenarnya kurang kompetitif dari sisi mesin, tapi tetap bisa naik podium kali hanya karena sasisnya ciamik. 

Kuncinya adalah desain aerodinamis yang melampaui masanya, terutama di bagian lantai bawah buntut mobil alias diffuser. Kala itu, belum ada mobil F1 lain yang mengoptimalkan bagian tersebut. 

Newey yang memulai tren pengembangan bagian ini. Bahkan, desain Newey dicontek habis oleh tim lain begitu karyanya itu ketahuan khalayak, karena tertangkap kamera siaran televisi akibat salah satu mobil Leyton House Racing kecelakaan sampai terbalik.

Sebuah video dokumenter resmi F1 sempat memunculkan wawancara lawas Newey di masa itu, terkait komentarnya mengenai mobil lain yang dianggapnya kurang aerodinamis. Bahkan, dia sesumbar bisa mendesain mobil lebih kencang kalau dapat mesin yang kompetitif.

Terbukti, setelah pindah ke Williams pada 1991, Newey langsung membuat tim Canon Williams kompetitif dan berakhir menduduki runner-up klasemen. 

Setelah itu, selama berkarier 7 tahun di tim Williams, Newey mempersembahkan 5 juara konstruktor dan mengantarkan Nigel Mansell, Alain Prost, Damon Hill, dan Jacques Villeneuve merebut gelar juara dunia pembalap.

Pindah ke McLaren, Newey juga mempersembahkan satu kali juara konstruktor pada 1998 dan membawa Mika Hakkinen menjadi dua kali juara dunia pada 1998 dan 1999. Namun, setelah itu, gelar buat kubu Newey mentok di peringkat ke-2 atau ke-3, seiring dimulainya era dominasi Michael Schumacher bersama Ferrari.

Terakhir, paling mencolok adalah pengabdiannya selama 18 tahun di Red Bull Racing. Membawa 6 kali juara konstruktor, menjadi rival paling sengit buat Mercedes, hingga mengantarkan Sebastian Vettel dan Max Verstappen sama-sama mampu menyabet 4 kali gelar juara dunia pembalap.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
ASN Terdampak Banjir di Kabupaten Bekasi Diizinkan Kerja dari Rumah
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
17 Jenazah Korban Longsor Cisarua Diserahkan kepada Keluarga 
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Boy Thohir Borong 10 Juta Lembar Saham Indosat (ISAT)
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Bahaya Kriminalisasi Pembelaan Diri
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Sekjen NATO Gegerkan Eropa: Tanpa AS, Pertahanan Cuma Mimpi!
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.