Fiona Ungkap Nadiem Buat Grup WA Mas Menteri untuk Bahas Pendidikan, Bukan Pengadaan

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Staf Khusus Mendikbudristek era Nadiem Makarim, Fiona Handayani menuturkan, awal mula pembentukan grup Whatsapp ‘Mas Menteri Core Team’ karena Nadiem mau membicarakan pendidikan, bukan membahas pengadaan Chromebook.

Hal ini Fiona sampaikan ketika dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook dengan terdakwa Mulyatsyah, Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek tahun 2020–2021 yang juga menjabat sebagai KPA.

“Jadi, grup ini adalah grup informal yang dibuat oleh Mas Nadiem saat Mas Nadiem sedang ingin membicarakan tentang pendidikan. Jadi, yang dibicarakan tidak ada terkait Chromebook,” ujar Fiona, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Fiona menegaskan, tujuan pembentukan grup itu bukan untuk membahas pengadaan Chromebook, tapi untuk membahas visi pendidikan.

Baca juga: Eks Stafsus Nadiem, Fiona Handayani Tegaskan Tak Punya Kewenangan Wakili Menteri

“Tidak berkaitan dengan Chromebook, berbeda dengan narasi yang disampaikan oleh Kejaksaan. Tidak pernah ada pembahasan terkait Chromebook, ada pembahasan terkait visi-visi pendidikan,” ujar dia.

Fiona sempat memberikan contoh, dalam grup itu, para anggotanya membahas soal banyak hal. Misalnya, soal guru.

Dakwaan soal grup WA

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) pembuatan grup ini menyalahi aturan.

Nadiem diketahui dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Oktober 2019.

Saat itu, Nadiem menggantikan Muhadjir Effendy.

Sementara, grup WA ini dibuat sekitar bulan Juli-Agustus 2019.

“Namun, sebelum menduduki jabatan sebagai Mendikbud, sekitar bulan Juli 2019 dan Agustus 2019 terdakwa Nadiem Anwar Makarim membuat dua grup WhatsApp (WA) yaitu grup WA ‘Education Council’ dan grup WA ‘Mas Menteri Core Team’,” ujar salah satu jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Baca juga: Pihak Google Indonesia Ceritakan Momen Rapat Awal Nadiem Jadi Menteri

“(2 Grup WA) beranggotakan teman-temannya di antaranya bernama Jurist Tan, Najeela Shihab dan Fiona Handayani dari Yayasan Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) yang membicarakan program digitalisasi pendidikan di Kemendikbud,” lanjut jaksa.

Dalam perjalanan, Jurist Tan dan Fiona Handayani menjadi staf khusus Nadiem saat ia sudah dilantik menjadi menteri.

Sementara, Najeela Shihab, diketahui beberapa kali ikut terlibat dalam perencanaan pengadaan ini.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Diketahui, Najeela Shihab merupakan kakak kandung dari jurnalis senior Najwa Shihab.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemenkes Ingatkan Risiko Jangka Panjang Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Gempa M 5,5 Guncang Pacitan, Warga Panik Berhamburan
• 12 jam lalugenpi.co
thumb
Beredar Informasi Seleksi CPNS 2026, BKN Melakukan Analisis Forensik Digital
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan POCO yang Tak Kebagian HyperOS 3.1 Berbasis Android 16
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Aneh! Muncul Lubang Besar di Kolam Ikan di Hunan, Tiongkok, Ratusan Kilogram Ikan “Menghilang” Seketika
• 9 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.