Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melakukan peninjauan pelaksanaan program Magang Nasional di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan program magang nasional batch kedua yang mendapat antusiasme tinggi dari para pencari kerja muda.
Dalam peninjauan tersebut, Menaker Yassierli mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap program magang nasional sangat besar. Tercatat, jumlah pendaftar mencapai ratusan ribu orang, namun daya tampung program masih terbatas.
“Yang mendaftar ratusan ribu, sementara yang diterima sekitar 171 peserta. Antusiasmenya luar biasa, tapi memang daya tampungnya masih terbatas,” ujar Yassierli.
Meski demikian, Yassierli berharap ke depan kesempatan magang dapat dibuka lebih luas. Ia menegaskan bahwa program magang menjadi salah satu strategi penting pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di dunia kerja.
Baca juga: Magang Bakti BCA 2026 Dibuka! Siapkan Diri untuk Posisi Frontliner dan CS
Menurutnya, tingginya persaingan dalam seleksi magang juga menjadi tantangan bagi calon peserta untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas diri agar dapat terpilih.
“Ini juga menjadi tantangan bagi calon peserta untuk benar-benar menjadi yang terbaik. Magang kita harapkan menjadi jembatan menuju dunia kerja,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk memastikan dampak nyata program magang nasional yang telah berjalan sejak 2025. Paragon dipilih sebagai salah satu perusahaan tujuan karena dinilai berhasil memberikan pendampingan, mentor, serta pengalaman kerja nyata bagi peserta magang.
Menurut Teddy, program magang tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menguntungkan perusahaan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
“Magang ini juga menjadi salah satu bentuk seleksi. Pegawai tetap nantinya bisa direkrut dari peserta magang, sehingga mempermudah perusahaan,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Seskab memastikan bahwa para peserta magang benar-benar terlibat dalam pekerjaan, mendapatkan bimbingan mentor, pelatihan, pengalaman kerja langsung, serta menerima gaji selama mengikuti program.




