Kebakaran lahan gambut yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat, Aceh, dilaporkan semakin meluas pada Selasa 27 Januari 2026. Berdasarkan data terbaru, jumlah titik api atau hotspot meningkat drastis menjadi 73 titik yang tersebar di lima kecamatan berbeda.
Peningkatan ini cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mencatat 35 titik api. Hingga saat ini, luas lahan gambut yang hangus terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 20 hektare.
Guna menanggulangi kebakaran yang kian mengkhawatirkan, sebanyak 300 prajurit TNI Angkatan Darat dari Kodim 0105/Aceh Barat dan Batalyon Infanteri 116/Garda Samudera dikerahkan ke lokasi. Mereka bergabung dengan tim dari BPBD dan kepolisian untuk melakukan upaya pemadaman intensif.
Ratusan personel disebar ke lima kecamatan terdampak, yaitu Johan Pahlawan, Woyla Barat, Samatiga, Bubon, Kaway XVI.
Baca juga: 14 Hektare Lahan Terbakar di Aceh Barat Berhasil Dipadamkan
Dalam proses pemadaman, petugas di lapangan menghadapi kendala serius terkait medan dan ketersediaan air. Dandim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf S Kembaren menyatakan bahwa akses menuju titik api di depan sulit ditembus dan sumber air mulai menipis.
"Prioritas kami saat ini adalah mencari titik air. Kami berupaya menggali sumber air di tengah lahan untuk memudahkan pemadaman," jelas Kembaren.
Selain itu, karakteristik lahan gambut membuat api sulit benar-benar padam. Meskipun permukaan terlihat sudah padam di sore hari, api seringkali muncul kembali dan menyebar lebih luas keesokan paginya. Tim gabungan saat ini tengah melakukan penyekatan lahan untuk memutus mata rantai api agar tidak merembet ke wilayah pemukiman atau hutan yang lebih luas.
Untuk mendukung proses pemadaman, TNI mengerahkan 10 unit mesin pompa air, 2 unit mobil tangki air, dan 2 unit mobil pemadam kebakaran milik BPBD. Selain mesin, petugas juga menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan parang untuk membuat sekat bakar di lahan gambut yang sulit dijangkau kendaraan.


