MerahPutih.com - Banyak masyarakat di wilayah terdampak bencana tidak hanya kehilangan rumah dan harta benda, tetapi juga sarana ibadah serta aktivitas belajar mengaji yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Di sejumlah daerah di Sumatra yang dilanda banjir, seperti Sumatra Utara dan Aceh, berbagai pesantren, madrasah, dan tempat ibadah ikut terdampak. Bahkan, tidak sedikit mushaf Al-Qur’an yang rusak dan tak lagi dapat digunakan oleh para santri maupun warga sekitar.
Kondisi tersebut mendorong lahirnya program Sedekah 1 Juta Al-Qur’an, yang diinisiasi melalui kolaborasi antara PAM Jaya dan Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan pascabencana.
Melalui kolaborasi ini, sebanyak 1 juta mushaf Al-Qur’an akan didistribusikan ke berbagai pesantren, madrasah, dan tempat ibadah. Wilayah Sumatra menjadi prioritas utama penyaluran, khususnya daerah terdampak banjir seperti Sumatra Utara dan Aceh.
Program ini merupakan respons atas banyaknya permintaan Al-Qur’an yang disampaikan masyarakat kepada MADAS Nusantara pascabencana.
Baca juga:
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
Dorong Layanan Air Terintegrasi, PAM Jaya Resmi Luncurkan ERP Fusion
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan keterlibatan PAM Jaya dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan air minum perpipaan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial.
“Kami memahami bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual dan pendidikan keagamaan masyarakat,” ujar Arief Nasrudin melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (27/1).
Ia menambahkan, seluruh Al-Qur’an yang telah disiapkan akan mulai didistribusikan dalam waktu dekat ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap Al-Qur’an yang disalurkan dapat membantu masyarakat, khususnya para santri, untuk kembali beraktivitas dan belajar dengan lebih tenang,” tutupnya. (Asp)




