Waspada! Ini Tanda-Tanda Investasi Bodong yang Perlu Diketahui

metrotvnews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Di tengah maraknya tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, masyarakat dituntut untuk semakin cermat dan kritis sebelum menanamkan modal. Apabila tidak berhati-hati, kamu akan berpotensi menjadi korban investasi bodong yang akhirnya merugikan.
 

Investasi yang tidak berjalan mulus akibat modus manipulatif dikenal sebagai investasi bodong. Melansir dari Prudential Syariah, investasi bodong merupakan tawaran investasi ilegal yang merugikan karena dapat membuat investor kehilangan seluruh dananya tanpa jaminan pengembalian.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) para periode 2017–2023, tercatat kerugian akibat investasi bodong mencapai ratusan triliun rupiah. Data tersebut menunjukkan rendahnya literasi keuangan masyarakat.

Investasi bodong dapat menimbulkan banyak kerugian bagi korban, mulai dari hilangnya dana yang disetorkan, korban mengalami dampak psikologi seperti stres, kecewa, bahkan depresi. Selain itu, investasi bodong juga dapat menghambat rencana jangka panjang akibat uang lenyap akibat penipuan.
  Baca juga: Waspada Investasi Bodong, Simak Ciri-ciri dan Cara Cek Legalitasnya
Tanda-tanda investasi bodong

Agar terhindar kerugian besar kamu perlu ciri-ciri investasi bodong. Berikut merupakan tanda umum dari investasi bodong, dilansir dari laman Prudential:
  1. Janji keuntungan tidak masuk akal: Investasi bodong biasanya menawarkan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat tanpa risiko.
  2. Kurang transparan: Investasi bodong umumnya tidak menjelaskan secara jelas pengelolaan dana, model bisnis, maupun struktur perusahaan.
  3. Tidak terdaftar di otoritas resmi: Tidak memiliki izin atau pengawasan dari OJK atau lembaga resmi lainnya.
  4. Ada tekanan untuk segera bergabung: Investasi bodong akan memaksa calon investor untuk cepat mengambil keputusan dengan alasan kesempatan terbatas atau bonus khusus.
  5. Banyak keluhan dan ulasan negatif: Terlihat investasi bodong akan mendapat banyak laporan keterlambatan pembayaran, janji tak ditepati, atau indikasi penipuan dari korban sebelumnya.


(Ilustrasi investasi bodong. Foto: Metrotvnews.com)
 
Cara menghindari investasi bodong

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar aktivitas investasi tetap aman dan terhindar dari risiko penipuan, dilansir dari Prudential:
  1. Lakukan riset terlebih dahulu: Cari tahu profil perusahaan, rekam jejak, serta ulasan dari sumber terpercaya sebelum berinvestasi.
  2. Curigai janji keuntungan berlebihan: Imbal hasil tinggi tanpa risiko hampir pasti tidak realistis dan patut dicurigai.
  3. Hindari tekanan untuk cepat berinvestasi: Jangan mengambil keputusan karena desakan “kesempatan terbatas” atau iming-iming bonus.
  4. Konsultasi dengan ahli keuangan: Mintalah pendapat profesional agar peluang investasi dinilai secara objektif.
  5. Pastikan terdaftar di OJK: Legalitas di OJK atau lembaga resmi menjadi tanda bahwa investasi diawasi dan lebih aman.
  6. Gunakan platform investasi terpercaya: Pilih layanan yang memiliki reputasi baik dan transparan dalam pengelolaan dana.
  7. Periksa dokumen dan kontrak dengan teliti: Pastikan hak, kewajiban, serta risiko tertulis jelas dan sah secara hukum. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada PPPK di Ambang Perceraian Gegara Penempatan, Kepala BKN Merespons
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Ketika Teguran Rokok Berujung Amuk Pasutri dan Sebut Nama Polisi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
GERD Tak Sebabkan Henti Jantung, Ini Penjelasan Doktif agar Masyarakat Tak Overthinking
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Rocky Gerung Turun Gunung Bela Roy Suryo dkk di Kasus Ijazah Jokowi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Novel Bamukmin Sebut FPI Sempat Desak Pandji Pragiwaksono Minta Maaf Sebelum Lapor Polisi
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.