Bursa Saham Asia Menguat Jelang Laporan Kinerja Big Tech AS

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan di Selasa (27/1). Investor bersiap menghadapi pekan padat yang diwarnai laporan kinerja perusahaan teknologi raksasa serta keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

Dilansir Rabu (28/1), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia. Bursa Korea Selatan menjadi sorotan dalam perdagangan kali ini:

  • Hang Seng (Hong Kong): Naik 1,35% ke 27.126,95
  • CSI 300 (China): Turun 0,03% ke 4.705,69
  • Shanghai Composite (China): Naik 0,19% ke 4.139,90
  • Nikkei 225 (Jepang): Naik 0,85% ke 53.333,54
  • Topix (Jepang): Naik 0,32% ke 3.563,59
  • Kospi (Korea Selatan): Naik 2,37% ke 5.084,85
  • Kosdaq (Korea Selatan): Naik 1,71% ke 1.082,59

Sentimen regional didukung oleh optimisme bahwa hasil keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar yang dikenal sebagai Magnificent Seven. Ia dipercaya akan memperkuat reli pasar saham global yang didorong oleh belanja kecerdasan buatan (AI) dan ketahanan laba korporasi.

Pasar menantikan laporan keuangan minggu ini dari Microsoft, Meta Platforms, Tesla, dan Apple. Di Asia, Samsung Electronics dan Hynix juga dijadwalkan merilis laporan keuangan final kuartal keempat mereka.

Fokus investor juga tertuju pada keputusan dari The Fed. Ia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya, di tengah upaya pembuat kebijakan menyeimbangkan tekanan inflasi yang masih tinggi dengan tanda-tanda perlambatan momentum ekonomi.

Dari Amerika Serikat, data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja tetap solid. Sementara inflasi memang melandai namun masih berada di level yang relatif tinggi. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral negara itu akan menahan suku bunga sebelum mempertimbangkan langkah kebijakan lanjutan pada akhir tahun.

Di Korea Selatan, pasar saham sempat dibuka melemah menyusul pengumuman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia mengatakan akan menaikkan tarif impor terhadap negara itu menjadi 25%. Hal itu menyusul tertundanya finalisasi kesepakatan dagang dari Seoul dan Washington.

Baca Juga: ‎Perubahan MSCI Digadang-gadang Tak Goyang Saham Unggulan

Namun, sentimen kemudian membaik setelah kantor kepresidenan menyatakan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait rencana kenaikan tarif tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
RI pastikan program konservasi terumbu karang dengan AS tetap berjalan
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Usut Korupsi RTPKA Kemenaker, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Mantan Menaker Hanif Dhakiri
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Komdigi Ancam Blokir Permanen Grok AI Jika Tak Patuhi Aturan
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemkot Jaksel jamin keamanan Taman Literasi Blok M bagi pengunjung
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Ahok pun Heran Sekuat Apa Riza Chalid Intervensi Bisnis Minyak
• 2 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.