VIVA – Masalah kesehatan reproduksi cukup umum dialami pria, meski banyak yang enggan mengakuinya. Padahal, banyak kondisi sebenarnya bisa dicegah atau diobati. Namun para ahli mengatakan, pria sering merasa malu untuk membicarakannya dengan teman, keluarga, bahkan dokter.
”Tak ada yang ingin terlihat lemah atau kurang perkasa. Sebagian tugas dokter urologi reproduksi adalah meyakinkan pasien bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Dr. Raevti Bole, seorang ahli urologi di Cleveland Clinic, Ohio dikutip dari laman New York Times, Rabu 27 Januari 2026.
Akibatnya, banyak pria justru mencari jawaban di internet dan malah menemukan informasi keliru seperti klaim manfaat menahan ejakulasi atau suplemen herbal seperti horny goat weed.
“Saya berharap lebih banyak pria muda mau meluangkan waktu untuk berbicara dengan dokter umum tentang pertanyaan kesehatan, daripada mencari saran dari A.I. atau media sosial,” kata ahli urologi di Stanford Medicine, California, Dr. Tony Chen.
Untuk membuka percakapan, para ahli diminta mengungkapkan hal-hal yang mereka harap diketahui pria tentang organ seksual mereka. Inilah penjelasannya.
1. Disfungsi ereksi bisa menjadi tanda penyakit kronis
Sekitar 50 persen pria di atas usia 40 tahun akan mengalami disfungsi ereksi pada suatu titik dalam hidupnya. Masalah ini bisa menjadi pertanda gangguan peredaran darah secara umum.
Aliran darah yang baik sangat penting untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi, dan itu hanya mungkin jika jantung sehat. Sebuah studi di Belanda pada 2008 terhadap 1.248 pria usia 50 hingga 75 tahun menemukan bahwa mereka yang mengalami disfungsi ereksi memiliki risiko setidaknya 60 persen lebih tinggi terkena serangan jantung atau stroke dalam enam tahun berikutnya.
“Anggap organ intim sebagai barometer kesehatan jantung dan pembuluh darah seseorang,” kata ahli urologi di Mayo Clinic, Minnesota, Dr. Matthew Ziegelmann.
Kesulitan mengalami rangsangan fisik juga bisa menjadi tanda diabetes tipe 2 atau kolesterol tinggi, yang sama-sama merusak lapisan pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke maupun serangan jantung.
“Mengabaikan disfungsi ereksi berarti Anda melewatkan peluang penting untuk mencegah penyakit jantung,” kata ahli urologi dan peneliti di University of Manchester, Inggris, Dr. Vaibhav Modgil.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466980/original/028579000_1767859362-wakil_kepala_BGN.jpg)