jpnn.com, SAMARINDA - PT Multi Harapan Utama (MHU), anak perusahaan MMSGI, terus memperkuat implementasi praktik ESG dalam operasional tambangnya.
Komitmen tersebut dijalankan secara bertahap sejak awal 2025 melalui penerapan teknologi hybrid pada armada hauling, dan kini dilanjutkan dengan uji coba Truk Angkut Listrik (EV Hauling Truck) SANY di area operasional MHU, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (24/1).
BACA JUGA: Delegasi IKIâJET Dari 9 Negara Tinjau Transformasi Area Pascatambang MHU di Kaltim
Uji coba truk listrik ini menjadi milestone berikutnya dalam perjalanan MHU menuju operasional yang lebih efisien energi dan beremisi lebih rendah.
Inisiatif ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kesiapan teknologi kendaraan listrik untuk mendukung kebutuhan operasional tambang secara aman dan andal.
BACA JUGA: SIG Ciptakan Peluang Bisnis di 2026 Lewat Infrastructure Summit
Uji coba dilaksanakan langsung di area site MHU untuk memperoleh gambaran objektif sesuai kondisi kerja aktual.
Evaluasi difokuskan pada kinerja pengangkutan, ketahanan unit terhadap medan operasional, serta kesesuaian jam kerja dengan kebutuhan produksi. Seluruh proses dijalankan berbasis data dan pengalaman lapangan.
BACA JUGA: HUT ke-56, Pelita Air Bagi-Bagi Tiket Gratis ke Singapura & Lombok
Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, menjelaskan uji coba ini merupakan bagian dari pendekatan teknis yang cermat dan terukur.
“Uji coba Truk Angkut Listrik SANY kami lakukan langsung di area tambang untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual dalam kondisi operasional yang sebenarnya,” ujarnya.
Menurut Aris, setiap penerapan teknologi baru di lingkungan tambang perlu melalui proses evaluasi menyeluruh.
“Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi," terang dia.
Secara operasional, MHU memiliki prasyarat yang mendukung pengembangan elektrifikasi, termasuk akses optimal terhadap pasokan listrik PLN serta proyeksi umur tambang jangka panjang.
Kondisi ini membuka peluang peningkatan efisiensi biaya sekaligus penguatan aspek keberlanjutan dalam jangka menengah hingga panjang.
Truk listrik yang diuji coba, SANY 445 EV Dump Truck, merupakan kendaraan angkut berbasis energi baru dengan konfigurasi penggerak 8x4 serta sistem baterai charging dan swapping.
Unit ini didukung motor listrik berdaya hingga 460 kW, torsi 2.900 Nm, baterai CATL berkapasitas 400 kWh, serta sistem pengisian daya 360 kW, dilengkapi fitur keselamatan dan kenyamanan untuk mendukung operasional tambang.
Dari sisi biaya, berdasarkan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja, total biaya siklus dump truck diesel MB4845K tercatat sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam.
Sementara itu, EV dump truck mencatat total biaya siklus sekitar Rp6,71–7,15 miliar atau Rp423.900–439.600 per jam, menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga sekitar 40% dibandingkan unit berbasis diesel.
Uji coba truk listrik ini merupakan kelanjutan dari penerapan teknologi hybrid melalui inovasi HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining) yang telah dijalankan MHU sejak awal 2025.
Program HYDRUM dikembangkan sebagai respons atas tingginya konsumsi bahan bakar armada off-highway truck yang sebelumnya mencapai rata-rata 26,7 juta liter per tahun.
Melalui teknologi hybrid, MHU berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam atau sekitar 46%, melampaui target awal sebesar 30%.
Selama periode Februari–Juni 2025, HYDRUM menghasilkan penghematan bahan bakar 1,22 juta liter, penghematan biaya sekitar Rp19,9 miliar, serta penurunan emisi sebesar 3.067,9 ton CO?e.
Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan uji coba Truk Angkut Listrik SANY mencerminkan kesinambungan strategi ESG perusahaan.
“Penerapan teknologi hybrid melalui HYDRUM menjadi fondasi awal dalam transformasi operasional kami. Uji coba Truk Angkut Listrik ini merupakan milestone lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” tuturnya.
Dia menambahkan bahwa seluruh inisiatif tersebut dijalankan dengan tetap menjaga keselamatan kerja, keandalan operasi, dan kesinambungan produksi.(chi/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sambut Imlek 2026, ANTAM Luncurkan Emas Batangan Year of the Horse
Redaktur & Reporter : Yessy Artada


