Liputan6.com, Jakarta - Taman Pallima di Jalan Karet, Pontianak Barat mendadak menjadi penuh suara sapu, cangkul, dan juga obrolan-obrolan ringan warja. Sebagian ada yang memenuhi parit bahu jalan, mengangkat sisa daun yang sudah terendap di selokan, senagiam lainnya mengangkut segala yang tersisa ke truk sampah.
Mereka adalah seorang warga sekitar dan undur dari Pemerintah Kota Pontianak yang menjadi bagian dalam gotong-royong bersama-sama. Agenda tersebut digelar serentak di lima titik yang berbeda, dan menyebar di enak kecamatan se-Kota Pontianak.
Advertisement
Ketua RT 06 rw 06, Kelurahan Pallima, Zainal Arifin mengatakan “Kerja bakti rutin ini satu hal yang sangat bagus. Ini tradisi yang patut kita kembangkan ke depan,” ujarnya. Dikutip dari Antara, Senin (26/1/2026).
Zainal bersama warga menyambut baik kegiatan gotong-royong yang dilakukan rutin oleh warga dan diinisiasi Pemerintah Kota Pontianak bersama perangkat wilayah. Menurutnya, tradisi tersebut adalah warisan sosial yang patut dijaga dan dikembangkan.
Di balik semangat dalam kebersamaan tersebut, Zainal juga menyimpan harapan yang besar terhadap masa depan lingkungannya. Kawasan tempatnya tinggal diproyeksikan menjadi jalur strategis ketika Jembatan Kapuas III beroprasi.
Arus lalu lintas dari Mempawah, Sambas, dan juga daerah lain yang diperkirakan akan melintas di wilayah tersebut.
“Kalau jembatan Kapuas III sudah berfungsi, otomatis ini jadi jalan protokol. Orang luar kota akan lewat sini. Jadi lingkungan ini harus ditata sebaik mungkin, seindah mungkin,” katanya.



