Panen Raya 2026: Harapan Petani dan Upaya Pemerintah Tingkatkan Produksi Beras

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Panen raya padi tahun 2026 menjadi momen krusial bagi petani dan pemerintah dalam memastikan peningkatan produksi beras nasional. Momen ini tidak hanya penting bagi kesejahteraan petani, tetapi juga untuk mencapai target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Panen raya, yang terjadi setahun sekali, mengubah hamparan sawah hijau menjadi lautan kuning keemasan, menandai berakhirnya satu siklus panjang kerja keras petani. Bagi petani, momen ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pendapatan lebih tinggi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

Beberapa faktor yang membuat panen raya penting bagi petani meliputi hasil panen melimpah, yang berarti peningkatan pendapatan, serta peran tradisi dan budaya yang memperkuat ikatan sosial di desa. Selain itu, panen raya juga merupakan penghargaan atas kerja keras petani menghadapi tantangan cuaca dan hama.

Faktor Penentu Keberhasilan Panen Raya

Keberhasilan panen raya sangat ditentukan oleh cuaca yang mendukung dan pengelolaan pertanian yang baik. Curah hujan yang cukup serta sinar matahari memadai menjadi faktor penting dalam pertumbuhan padi. Sementara itu, penggunaan bibit unggul dan teknik pertanian yang baik seperti pemupukan tepat dan pengendalian hama efektif, berperan meningkatkan hasil panen.

Pemerintah sendiri berupaya meningkatkan produksi beras dengan beberapa langkah strategis. Di antaranya, menargetkan penyerapan beras hingga 2-2,5 juta ton dan meningkatkan infrastruktur penyimpanan dengan membangun 100 gudang baru. Penetapan harga gabah yang menguntungkan dan promosi teknologi pertanian modern juga menjadi fokus utama.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat mencapai swasembada beras berkelanjutan dan memenuhi target cadangan beras nasional sebesar 4 juta ton pada 2029. Menteri Pertanian Amran menekankan pentingnya menggenjot produksi untuk mencapai target ini.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Dijadwalkan Melantik Anggota Dewan Energi Nasional 2026-2030 Siang Ini
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
3 Alasan Masuk Akal Mengapa Ajax Memilih Maarten Paes
• 3 jam lalubola.com
thumb
Sepanjang 2025, KPK Tangani 48 Perkara Suap dan Lakukan 11 OTT
• 5 jam lalumerahputih.com
thumb
Bos GOTO Masih Bungkam soal Merger dengan Grab, KPPU Sebut Belum Dihubungi
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kebakaran Pabrik Sandal Jepit Swallow di Medan Tak Kunjung Padam
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.